Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sekolah Islam Athirah Seleksi 40 Tenant Jajanan Kantin Sehat

Program ini bertujuan untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan.

Editor: Muh. Abdiwan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
SELEKSI KANTIN - Sekolah Islam Athirah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat melalui seleksi ketat terhadap calon penyewa kantin pada Rabu (25/2) di Kajaolalido dan Kamis (26/2) di Bukit Baruga.   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekolah Islam Athirah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat melalui seleksi ketat terhadap calon penyewa kantin.

Program ini bertujuan untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa memenuhi standar keamanan pangan dan kesehatan.

Seleksi dilakukan di dua wilayah, yakni Kajaolalido dan Bukit Baruga, dengan melibatkan 40 calon penyewa kantin yang menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari camilan hingga makanan berat.  

Di Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolalido, sebanyak 25 tenant mengikuti seleksi, namun hanya 12 tenant yang akan dinyatakan lolos.

Sementara itu, di Wilayah Bukit Baruga, 15 tenant bersaing untuk mendapatkan tempat di kantin sekolah, dengan hanya 9 tenant yang akan lolos seleksi.

Proses seleksi berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu (25/2) di Kajaolalido dan Kamis (26/2) di Bukit Baruga.  

Seleksi ini melibatkan 11 orang juri di masing-masing wilayah, yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Kota Makassar, ketua Badan Musyawarah Jamiah (BMJ), ketua OSIS, petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta satu orang tua siswa yang berprofesi sebagai dokter.

Para juri menilai tenant berdasarkan enam kriteria utama, yaitu kualitas bahan, rasa, tekstur, penyajian atau tampilan, pelayanan, dan harga yang kompetitif.  

Penanggung Jawab Keamanan Pangan Kantin Sekolah Islam Athirah, Imelda Makkuassang, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa makanan dan minuman yang dijual di kantin benar-benar aman dan berkualitas.

“Kantin sehat di Sekolah Islam Athirah diawasi dengan baik dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi siswa,” ujarnya.  

Komitmennya terhadap keamanan pangan juga dibuktikan dengan penghargaan Piagam Bintang Keamanan Pangan yang diraih Sekolah Islam Athirah.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan atau organisasi yang berhasil memenuhi standar keamanan dan kualitas pangan yang tinggi.

Imelda menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mendukung inisiatif Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dalam menyukseskan program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).  

Untuk meraih penghargaan ini, Sekolah Islam Athirah telah membentuk tim keamanan pangan senior yang terdiri dari guru, karyawan, dan orang tua siswa, serta tim junior dari pengurus OSIS.

Selain itu, sekolah juga bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, BPOM, dan puskesmas setempat. Sosialisasi PJAS dan pelatihan teknis kepada pemilik tenant serta karyawannya juga dilakukan secara rutin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved