Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pencuri Emas di Jeneponto

Polisi Selidiki Kasus Pembobolan Rumah di BTN Pepabri Jeneponto Sulsel

Polisi masih mendalami kasus pembobolan rumah di BTN Pepabri Jeneponto, korban kehilangan 500 gram emas senilai Rp 50 juta

Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur/Wahdaniar!KPU
POLRES JENEPONTO - Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Syahrul, saat ditemui di Kantornya, Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (19/2/2025).   

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO – Kasus pembobolan rumah di BTN Pepabri, Jl Merdeka, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih didalami polisi.

Rumah tersebut milik Indasari (54), yang mengalami kerugian senilai Rp 50 juta setelah kehilangan 500 gram emas sepuhan (kadar rendah).

"Unit Identifikasi Polres Jeneponto sudah melakukan olah TKP, ada beberapa petunjuk yang kami dapat, dan kami telah perintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Syahrul, di ruang kerjanya, Rabu (19/2/2025).

Selain olah TKP, polisi juga memeriksa rekaman CCTV yang ada di rumah korban.

"Dari petunjuk tersebut, kami berhasil mengantongi identitas terduga pelaku," tambahnya. "Memang ada beberapa, namun tentu perlu pendalaman lebih lanjut terkait kemungkinan terduga yang dimaksud."

Syahrul berharap, dengan adanya petunjuk-petunjuk yang terkumpul, peristiwa ini dapat terungkap dan pelaku dapat segera ditangkap.

Terkait pembobolan rumah Indasari pada Sabtu (15/2/2025), AKP Syahrul mengimbau masyarakat Jeneponto untuk selalu waspada.

"Perlu perhatian khusus dari pemilik rumah, pastikan kunci pintu aman saat meninggalkan rumah, dan sampaikan kepada tetangga atau pemerintah setempat bahwa rumah dalam keadaan kosong," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi pencurian terjadi di rumah BTN Pepabri, Jl Merdeka, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (15/2/2025) pagi.

Seorang pencuri masuk melalui pintu utama dan mengambil emas sepuhan senilai Rp 50 juta.

Indasari, pemilik rumah, saat kejadian tidak berada di tempat. "Saat itu, orang tua saya ke Pasar Karisa sekitar 07.50 Wita untuk berjualan emas, dan di rumah masih ada adik saya yang sedang tidur," kata anak Indasari, Irwan Awing, melalui sambungan telepon, Senin (17/2/2025).

Irwan menjelaskan, adiknya sempat merasakan ada orang masuk ke rumah, namun mengira itu orang tuanya. "Pelaku bahkan bolak-balik ke kamar ibu sekitar pukul 08:20 dan 08:30."

Pelaku sempat membuka brankas namun kosong, tetapi berhasil mengambil emas sepuhan yang disimpan di meja rias. "Ada gelang emas, bros, dua kalung, dan dompet, total beratnya 500 gram, nilainya sekitar Rp 50 juta," jelasnya.

Korban baru mengetahui rumahnya dibobol setelah adik Irwan bertanya kepada ibunya sepulang dari pasar pada malam hari. "Apakah ibu yang hamburkan isi kamar? Setelah diperiksa CCTV, ternyata orang lain yang masuk," terang Irwan.

Sebelumnya, kejadian serupa pernah dialami Indasari saat meninggalkan rumah. Adiknya bahkan kerap dituding melenyapkan emas perhiasan milik ibunya. "Sebelum ada CCTV, uang juga sering hilang, diperkirakan mencapai Rp 50 juta yang diambil sedikit-sedikit," katanya.

Atas kejadian ini, Indasari melapor ke SPKT Polres Jeneponto pada Minggu (16/2/2025). "Sabtu pagi kejadian, malamnya ketahuan, besoknya baru melapor," ujarnya.(*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Agung Putra Pratama

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved