Koperasi Tak Aktif 5 Tahun Akan Dibekukan Kemenkop
Kemenkop mengevaluasi koperasi yang sudah tidak aktif selama 5 tahun maka akan dibekukan
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Koperasi (Kemenkop) sedang gencar melakukan evaluasi terhadap koperasi di Indonesia.
Saat ini, sedang terdata ada 131 ribu koperasi tersebar diseluruh Indonesia.
Kemenkop mengevaluasi koperasi yang sudah tidak aktif selama 5 tahun maka akan dibekukan
"Kita lagi seleksi kan jumlahnya terdata 131 ribu, dari jumlah itu akan dievaluasi. Koperasi yang 5 tahun tidak pernah melaporkan rapat anggota tahunanya mungkin akan kita bekukan," kata Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono usai Rembuk Perhimpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni) di Four Points Hotel By Sheraton, Makassar pada Kamis (20/2/2025).
Jika masih dilakukan rapat anggota tahunan, Kemenkop mendorong adanya inovasi dari sektor usaha dan manajemen.
Solusinya dengan melakukan marger kemudian memperluas cakupan usaha.
"Kalau dalam 5 tahun koperasi masih melakukan RAT akan kita dorong merger atau dalam bahas korporasi amalgamasi," lanjutnya.
Dengan melakukan marger, maka dinilai bisa memperkuat akses permodalan.
Disisi lain, manajemen Kelola koperasi bakal lebih kuat.
Ferry mengaku pemerintah tak ragu untuk menutup koperasi yang sudah tidak aktif.
Sebab konsep koperasi paling penting yakni keaktifan partisipasi anggota, bukan kuantitas koperasinya.
"Jauh lebih baik bukan banyak koperasinya, makin baik meningkat partisipasi anggotanya," jelas Ferry.
Dalam ulasan Kemenkop, ada tiga tantangan koperasi di Indonesia.
Pertama, kontribusi koperasi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) jauh lebih rendah dibandingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kontribusi koperasi hanya 1,07 persen terhadap PDB, kecil sekali dibandingkan dengan BUMN dan badan usaha swasta," kata Ferry.
| Lahan Usulan Bulukumba Tak Sesuai, Pusat Tunjuk 7 Lokasi Baru Sekolah Rakyat |
|
|---|
| Dusan Lagator Pemain Terbaik PSM Makassar vs PSIM Jogja, Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan |
|
|---|
| Legislator Ray Suryadi Puji Gebrakan Appi Bangun Jembatan Barombong |
|
|---|
| Kisah Ayub Bocah asal Takalar Dirawat Nenek di Makassar, Camat Panakkukang Turun Tangan Urus BPJS |
|
|---|
| Daftar Pelatih Tersukses di Indonesia, Tiga Orang Pernah Bawa PSM Makassar Juara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Koperasi-Ferry-Juliantono-usai-Rembuk-Perhimpunan-Alumni-Perguruan.jpg)