Perspektif
Pers dan Wartawan
Juga ulang twhun Tribun Timur. Pers dan wartawan memang tidak bisa dipisahkan. Tidak ada pers tanpa wartawan.
Oleh: syamril
TRIBUN-TIMUR.COM - Setiap tanggal 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional. Bertepatan juga dengan Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia.
Juga ulang twhun Tribun Timur. Pers dan wartawan memang tidak bisa dipisahkan. Tidak ada pers tanpa wartawan.
Pers akan berperan sebagai pilar demokrasi jika wartawannya handal, berintegritas dan terus mengikuti dinamika perkembangan zaman. Seperti apa sosok wartawan yang dinamis?
Pada suatu acara Karni Ilyas diwawancara oleh Cak Lontong "jika Bapak ingin dilahirkan kembali, Bapak ingin menjadi apa?" Dengan spontan Karni Ilyas menjawab "saya mau kembali menjadi wartawan".
Cak Lontong kembali bertanya "apa alasannya?". Karni Ilyas menjelaskan "menjadi wartawan itu harus terus up date.
Harus terus mengikuti perkembangan zaman. Harus terus belajar. Profesi wartawan mencari berita yang aktual dan terkini. Jadi selalu mencari hal baru yang penting, menarik dan bermanfaat. Selalu ada tantangan untuk melakukan perubahan".
Apa hikmah dari dialog di atas? Tentu bukan ingin menunjukkan bahwa profesi wartawan yang terbaik.
Semua profesi pasti baik selama memberi nilai tambah dan manfaat kepada orang lain, bangsa dan negara. Tidak mungkin juga semua orang jadi wartawan.
Hikmah yang penting adalah apapun profesi yang kita pilih hendaknya kita menjalaninya dengan dinamis, terus belajar dan mengikuti perkembangan zaman.
Dinamis berarti ada gerak dan semangat. Ada antusiasme dan kegairahan. Jika gairah hilang maka hidup jadi loyo dan kurang motivasi. Akibatnya prestasi dan kinerja istimewa jauh dari kenyataan.
Dinamis juga memberi dampak kejernihan. Air yang diam maka lama-lama akan keruh dan bau. Tapi air yang bergerak akan jadi jernih. Artinya hidup yang aktif bergaul akan memberikan wawasan yang luas.
Dampaknya dapat melihat permasalahan dengan lebih jernih karena dari memandang dari berbagai sudut pandang.
Agar dinamis ini lebih produktif maka harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar hal baru. Dunia terus berubah. Perkembangan teknologi demikian pesat terjadi. Hanya dapat diikuti jika kita terus up date diri dengan cara belajar.
Belajar hal baru bisa dari berbagai cara. Bisa konvensional dengan belajar langsung pada orang yang ahli. Bisa juga dengan membaca buku yang sesuai dengan kebutuhan. Bisa juga dari komunitas yang ada kegiatan saling berbagi untuk tumbuh bersama.
Era teknologi informasi digital sangat membantu manusia untuk belajar. Video dan artikel online gratis banyak tersedia dan bisa diakses asal ada kuota internet. Jadi belajar bisa kapan saja dan di mana saja. Asal ada kemauan pasti ada banyak jalan.
Apapun profesi Anda apalagi jadi wartawan harus menjalani hidup dengan dinamis. Jika hidup sudah dinamis dan terus belajar maka kita akan dapat terus mengikuti perkembangan zaman.
Akibatnya daya saing terus meningkat dan jaringan pertemanan juga terus bertambah. Itulah modal utama untuk tetap berkontribusi pada kehidupan.
Selamat Hari Pers Nasional.
Selamat Ulang Tahun Tribun Timur yang ke 21. Semoga terus menjadi pilar demokrasi untuk mencerahkan dan mencerdaskan bangsa.
Didukung oleh wartawan yang profesional, berintegritas dan terus mengikuti dinamika perkembangan zaman.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamril-Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-201.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.