Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Literasi Ulama

Literasi Ulama: Ziarah Ulama Pompanua

Fadly Ibrahim yang menyimpan puluhan manuskrip dengan ratusan halaman ditulis ulama-ulama Pompanua.

|
Editor: Sudirman
Tribun Timur
LITERASI ULAMA - Firdaus Muhammad Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin dan Ketua Komisi Infokom MUI Sulsel. Ia juga penulis literasi ulama Tribun Timur. 

Oleh: Firdaus Muhammad

Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin dan Ketua Komisi Infokom MUI Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM - Pagi cerah, Ahad 2 Februari 2025 di pelataran Yayasan Syekh Ahmad Surur pimpinan KH. Faisal Ibrahim Surur Lc, MSi yang juga owner Patria Wisata.

Turut hadir, AGH. Hasan Basri, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry Lc, MA, Prof. Dr. Syarifah Zuhra, Fadly Ibrahim Surur dan penulis serta beberapa pengurus Yayasan, mengulas manuskrip yang berusia ratusan tahun.

Fadly Ibrahim yang menyimpan puluhan manuskrip dengan ratusan halaman ditulis ulama-ulama Pompanua.

Menyelisik lembar demi lembar dengan penuh kehati-hatian seakan menghadirkan masa lalu khazanah keilmuan ulama Pompanua sebagai salah satu episentrum penyebaran Islam akhir awal tahun 1800-an melalui data pada manuskrip
menyejarah itu.

Sebagian besar manuskrip tersebut telah digitalkan oleh Husnul Fahimah Ilyas. Prof. Dr. Andi Faisal Bakti juga menaruh perhatian pada manuskrip tersebut dalam kunjungannya di waktu lain.

Agenda berikutnya setelah usai menyeruput minuman segar di pagi itu, kami bergegas ziarah ulama ke Pekuburan Islam Jarae Pompanua.

Di atas bukit itulah, tempat Syekh Abdullah Bafadhal dimakamkan. Sosok Syekh Abdullah Bafadhal adalah putra dari Syekh Abdurrahman bin Ali Bafadhal sebagai salah satu tokoh penting dalam dakwah dan pembinaan umat di Pompanua, Bone.

Di nisan makamnya tertulis, Syekh Abdullah Bafadhal (Petta Mallinrunge) adalah penyebar ajaran Islam, tokoh yang dihormati dan pelaku arus perekonomian.

Masyarakat Pompanua memberinya gelar Petta Malinrunge dan mengabadikan namanya pada masjid di jantung kota Pompanua.

Pencerahannya selalu dinanti, pendapatnya selalu didengar oleh raja sehingga perannya dalam Kerajaan Bone sangat penting kala itu.

Selain berziarah pada makan Syekh Abdullah Bafadhal, penulis juga berziarah ke makam Syekh Abdul Majid bin Abdul Hay yang berada di samping makam Syekh Abdullah Bafadhal.

Menelisik sisi ketokohan Syekh Abdul Majid sebagai mursyid Tarekat al-Muhammadiyah as-Sanusiyah, menyingkap 52 mushaf kuno nusantara, termasuk mushaf Balla Lompoa Gowa, mengulas Syekh Zainal Abidin hingga Syekh Abdurrahman Cambang yang berdakwah diu Sinjai dan jejak para ulama Pompanua hingga komunitas Islam di Denpasar, Lombok hingga Lampung.

Ulama Pompanua seperti Anregurutta Syekh Ahmad bin Syekh Al-Khatib Umar (1832), Syekh Ahmad Umar bin Syekh Abdul Hayyi (1841), Syekh Abdul Majid bin Syekh Abdul Hayyi (1845), Syekh Abdussalam (1846).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved