Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perebutan Kuasa di Brunei

Sultan Abdul Hakkul Mubin mencoba berdamai dengan Pengiran Muda Muhyiddin dengan menawarkan jawatan tertinggi di kerajaan sebagai Pengiran Bendahara

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Mubha Kahar Muang, Anggota FKP DPR RI 1987-1992-1997-1998 

Oleh: Mubha Kahar Muang

Anggota FKP DPR RI 1987-1992-1997-1998

TRIBUN-TIMUR.COM - Para peneliti sejarah mempercayai bahwa Brunei Tua sudah ada jauh sebelum kerajaan-kerajaan yang ada di tanah Melayu berdiri. 

Di abad ke-7 atau ke-8, wilayah kerajaan ini meliputi Sabah dan Sarawak yang berpusat di Brunei. 

Di awal abad ke-9 Kerajaan Brunei Tua pernah ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Sumatera dan pernah pula ditaklukkan oleh Kerajaan Majapahit yang berpusat di pulau Jawa hingga Hayam Wuruk wafat.

Setelah itu Brunei membebaskan diri dan kembali menjadi pusat perdagangan penting, hingga berdirinya kerajaan baru, Brunei Darussalam pada tahun 1363. 

Ketika pengaruh Kerajaan Malaka di bawah pemerintahan Parameswara awal abad ke-15 meluas kemudian mengambil alih perdagangan Brunei, Islam yang dibawa oleh pedagang mulai menyebar. 

Saat Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, Sultan Brunei mengambil alih kepemimpinan Islam di Malaka. 

Kesultanan Brunei pun mencapai kejayaan pada abad ke-15 hingga abad ke-17. 

Kekuasaannya meluas ke seluruh Borneo dan Filipina bagian utara, bahkan sempat menaklukkan Manila ke utara hingga Luzon dan Sulu serta bagian selatan dan barat Kalimantan.

Perebutan kuasa antara ahli waris kerajaan menyebabkan kejatuhan kerajaan tersebut, karena memberi peluang intervensi penjajah Eropa.

Perang Saudara

Sultan Brunei ke- 13 Abdul Hakkul Mubin naik tahta setelah membunuh Sultan Brunei ke -12 Sultan  Muhammad Ali.

Karena itu muncul perlawanan dari Pengiran Muda Muhyiddin yang merupakan menantu dari Sultan Muhammad Ali.

Sultan Abdul Hakkul Mubin mencoba berdamai dengan Pengiran Muda Muhyiddin dengan menawarkan jawatan tertinggi dalam kerajaan sebagai Pengiran Bendahara.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved