Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkot Makassar Segera Isi 62 Jabatan Kepala Sekolah

Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan, posisi tersebut harus diisi oleh pelaksana tugas (Plt). 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
SEKOLAH MAKASSAR - Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba diwawancara di Four Points Hotel by Sheraton Makassar, Kamis (30/1/2025). Nielma Palamba menegaskan kepala sekolah yang lowong hanya akan diisi oleh pelaksana harian (Plh).  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar akan mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah

Diketahui, banyak jabatan kepala sekolah yang lowong. 

Sejauh ini posisi tersebut hanya diisi oleh pelaksana harian (Plh). 

Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba mengatakan, posisi tersebut harus diisi oleh pelaksana tugas (Plt). 

Sesuai aturan kepegawaian, Plh tidak bisa menjabat dalam jangka waktu yang lama. 

Pemkot Makassar juga tidak bisa mendefinitifkan posisi lowong tersebut mengingat ada larangan dari pemerintah pusat untuk melantik atau melakukan mutasi dan rotasi jabatan. 

Sehingga solusi yang akan diambil ialah menunjuk Plt Kepala sekolah. 

"Yang Plh LH ini yang harus dirapikan supaya mereka fokus," ucap Nielma Palamba, Jumat (31/1/2025). 

Kata Nielma, ada Kepala sekolah yang bahkan menjabat di dua sekolah. 

Menurutnya itu tidak efektif, apalagi jarak antar dua sekolah tersebut cukup jauh. 

Ke depan, Disdik akan memiliki Plt Kepala Sekolah dari sekolah asal. 

Ia menilai, ada banyak SDM di tiap sekolah yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin. 

Selain diisi Plh, Nielma mengatakan ada beberapa kepala sekolah yang akan pensiun. 

10 SD dan 5 SMP, itulah yang akan sekaligus diisi. 

Setidaknya total 62 jabatan kepala sekolah yang akan diisi dalam waktu dekat. 

"Yang kita mau susun kembali ini 62. kita mau agar mereka betul-betul bisa fokus. tentu yang memenuhi syarat administrasi, tidak juga sembarang  melihat," ujarnya. 

Intinya kita usahakan yang berada dalam satu wilayah, supaya tidak terjadi seperti yang disampaikan Kaban (BKD) bahwa dia Plh di sekolah ini padahal dia mengajarnya disolah sana," sambungnya. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved