Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PAN Sulsel

Pengamat: Alarm, PAN Sulsel Butuh Evaluasi Total

PAN Sulsel di bawah kepemimpinan Ashabul Kahfi gagal membentuk satu fraksi utuh di DPRD yang memiliki 85 kursi.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
DOK TRIBUN TIMUR
PAN SULSEL - Ketua PAN Sulsel, Ashabul Kahfi di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Minggu (21/7/2024). PAN Sulsel dinilai butuh evaluasi total seiring dengan merosotnya perolehan kursi di Pileg 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan mendapat sorotan usai penurunan perolehan kursi pada Pemilu Legislatif 2024. 

Pada Pemilu Legislatif 2019, PAN masih mampu amankan tujuh kursi di DPRD Sulsel.

Berbeda di Pemilu 2024 lalu, partai berlambang matahari terbit itu hanya memperoleh empat kursi. 

Akibatnya, PAN Sulsel di bawah kepemimpinan Ashabul Kahfi gagal membentuk satu fraksi utuh di DPRD yang memiliki 85 kursi.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Risal Pauzi menilai kondisi ini menjadi alarm bagi PAN Sulsel untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. 

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan dan pembenahan internal adalah langkah penting demi menyongsong Pemilu 2029.

"Penurunan ini menunjukkan perlunya evaluasi total, terutama dalam hal kelembagaan dan mesin partai," kata Risal Pauzi saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Rabu (29/1/2025).

Risal memaparkan hasil riset yang menunjukkan bahwa konflik di internal partai, khususnya di level kabupaten dan kota, menjadi hambatan utama PAN dalam mendongkrak suara.

Ia juga menyoroti kinerja mesin partai yang dinilai tidak optimal.

Baca juga: 4 Kader Potensial Calon Ketua PAN Sulsel: Ashabul Kahfi, Husniah, Jamaluddin Jafar, Yusran Paris

“Jika dibandingkan, sistem partai politik saat ini jauh lebih sederhana, tetapi konflik internal tetap menjadi kendala. Olehnya, evaluasi kinerja dan capaian partai dalam pemilu harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Risal juga menekankan perlu regenerasi kepemimpinan di PAN Sulsel

Terlebih Ashabul Kahfi telah menakhodai PAN Sulsel selama empat periode.

Menurut dia, sudah saatnya mantan Ketua Komisi VIII DPR RI itu memberikan kesempatan kepada figur baru.

"Kita tidak bisa memungkiri bahwa regenerasi sangat penting. Apalagi sekarang PAN tidak lagi memiliki pimpinan di DPRD Sulsel. Ini menunjukkan perlunya pembaruan di level kepemimpinan wilayah,” ujarnya.

Soal figur yang layak menggantikan Ashabul Kahfi, Risal menyebut beberapa nama potensial, termasuk kepala daerah dan kader senior PAN.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved