Jenesys 2025
Terbang 7 Jam ke Jepang dan Menyantap Ikan Bakar di Suhu 4-0 Derajat
TOKYO, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Center (JICE), mengundang 16 jurnalis dari Indonesia untuk
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Edi Sumardi
Di sana kami mengunjungi kawasan Sensoji Temple.
Sensoji adalah kuil Buddha tertua di Tokyo. Kuil ini adalah tempat wisata yang populer.
Di dalamnya ada beragam objek seperti Kaminarimon atau lentera dengan berat sekitar 700 kg.
Ada juga Nakamise-dori yang merupakan salah satu area perbelanjaan tertua di Jepang.
Tak hanya itu, Hozomon siap menyambut wisatawan yang datang,
Omikuji (kertas ramalan) tersebar di beberapa tempat, Osuisha tempat untuk menyucikan diri, dan Jokoro berupa tempat dupa yang berada di depan aula utama kuil dan melumuri tubuh wisatawan dengan asap dari dupa.
Asap dupa itu dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Puas berwisata sejarah dan budaya, peserta lalu dibawa ke Akihabara.
Tempat ini adalah surganya pelancong yang hobi berbelanja.
Ada banyak sekali toko yang menjual pernak-pernik Jepang, mulai dari fesyen, gadget, suvenir, hingga mainan.
Kita hanya perlu berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di antara gedung-gedung pencakar langit, mencari toko pilihan kita.
Yodobashi-Akiba menjadi yang direkomendasikan.
Pusat perbelanjaan berlantai 7 ini menyediakan berbagai barang, khususnya mainan anak-anak produksi asli Jepang.
Di lokasi ini juga menjadi surganya pecinta kuliner.
Restoran-restoran bertebaran di seluruh penjuru dengan kulinernya yang beragam. Kami mencoba makan Okonomiyaki alias martabak khas Jepang.
Hari pertama ditutup dengan makan malam bersama, lalu menuju hotel East 21Tokyo untuk beristirahat.
Para peserta selanjutnya akan terbang ke Hokkaido Rabu (29/1/2025) besok untuk melanjutkan program Jenesys.(*)
| Kanji Bukan Sekadar Kaligrafi, Tapi Seni Ekspresikan Diri |
|
|---|
| Cerita Pipang Bugis, Keluarga Kecil, dan Air Mata Perpisahan dengan Warga Jepang |
|
|---|
| Generasi Muda Jepang Mulai Enggan Nonton TV, Pembaca Surat Kabar Masih Besar |
|
|---|
| Melihat Parlemen Hokkaido, Tak Ada Sekat untuk Masyarakat |
|
|---|
| Masalah Serius Depopulasi Jepang, Anak Muda Ogah Menikah hingga Sekolah Tutup karena Tak Punya Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jenesys-2025-fahrizal-syam-1-2812025.jpg)