Cuaca Buruk Maros
Maros Siaga Banjir, BPBD Petakan Daerah Rawan Banjir dan Cuaca Buruk
BPBD Maros petakan wilayah rawan banjir pada musim hujan Januari 2025. Masyarakat diimbau waspada dan lakukan antisipasi banjir.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros telah memetakan wilayah-wilayah banjir selama puncak musim hujan pada Januari 2025.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengidentifikasi sejumlah kecamatan dengan potensi rawan banjir terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah.
Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi untuk banjir biasa meliputi Kecamatan Turikale, Maros Baru, Lau, Bontoa, Bantimurung, dan Simbang.
“Sementara itu, daerah yang rawan banjir bandang, terutama di kawasan berbukit, meliputi Kecamatan Tompobulu, Mallawa, Camba, dan Cenrana,” sebutnya.
Untuk wilayah dengan tingkat kerawanan sedang, BPBD mencatat Kecamatan Mandai dan Marusu masih memiliki potensi banjir, meskipun dampaknya diprediksi tidak sebesar daerah yang termasuk dalam kategori rawan tinggi.
Sedangkan wilayah dengan kerawanan rendah mencakup Kecamatan Tanralili dan Moncongloe.
Namun, BPBD memberi perhatian khusus kepada dua desa di Kecamatan Moncongloe, yaitu Desa Moncongloe dan Desa Moncongloe Lappara.
“Terutama di area yang berbatasan dengan Kota Makassar, karena tetap memiliki potensi banjir di sebagian wilayahnya,” sebutnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir.
Masyarakat diharapkan segera mengambil langkah antisipasi seperti membersihkan saluran air, mengamankan barang berharga, dan memantau informasi cuaca secara berkala.
Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV - Makassar, Rizky Yudha, mengatakan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, berpotensi mengalami cuaca buruk hingga 27 Januari mendatang.
“Beberapa wilayah di Sulsel masih berpotensi hujan sedang-lebat untuk satu pekan ke depan, termasuk wilayah Maros,” katanya.
Selain hujan sedang-lebat, Kabupaten Maros juga berpotensi dilanda angin kencang hingga 20-25 knot.
“Waspadai juga gelombang yang dapat mencapai ketinggian 1,25 - 2,5 meter,” bebernya.
Rizky menjelaskan cuaca buruk yang terjadi bisa mengakibatkan genangan, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BPBD-Kabupaten-Maros-memetakan-wilayah-rawan-banjir-menjelang-musim-hujan.jpg)