Puluhan Hektar Sawah di Barru Gagal Tanam Akibat Tertimbun Longsor
Untuk di Kecamatan Tanete Riaja terdapat dua desa yang sawahnya terdampak, diantaranya yaitu di Dusun Menrong, Desa Harapan dan di Dusun Lappadare,
Penulis: Darullah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNTIMUR.COM, BARRU - Dampak cuaca buruk di Kabupaten Barru, Sulsel akibatkan sawa-sawah warga rusak dan gagal tanam.
Khususnya di dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Barru tepatnya di Kecamatan Tanete Riaja, dan Pujananting terdapat puluah hektar sawah warga alami rusak berat dan tidak bisa lagi dilanjutkan pertaniannya.
Untuk di Kecamatan Tanete Riaja terdapat dua desa yang sawahnya terdampak, diantaranya yaitu di Dusun Menrong, Desa Harapan dan di Dusun Lappadare, Desa Mattiriwalie.
Di Tanete Riaja sendiri total kerusakan sawah warga diperkirakan capai 40 hektar.
Sementara untuk di Kecamatan Pujananting terdapat empat desa yang lahan sawahnya terdampak, diantanya yaitu di Dusun Bette, Desa Jangan-jangan, Desa Gattareng dan di Dusun Barang, Desa Pujananting.
Di Pujananting sendiri total kerusakan sawah warga diperkirakan capai 30 hektar.
Salah satu warga Dusun Lappadare, Desa Mattiriwalie, Kecamatan Tanete Riaja, Kadi menjelaskan bahwa puluhan sawah warga rusak lantaran intenitas hujan tinggi selama beberapa hari di Barru beberapa waktu lalu.
Sehingga hal itu menyebabkan air dari pegunungan meluap. Akibatnya tanah dari tebing sepanjang 300 meter dengan ketinggian 40 meter yang berada di Desa Mattirowalie longsor," ujarnya, Minggu (5/1/2025).
"Dan material longsor menutupi sawah-sawah warga sekitar lokasi," kata Kadi.
Menurutnya dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, karena tebing yang longsor itu cukup jauh dari pemukiman warga.
"Akan tetapi dampak yang di timbulkan dari kejadian itu, lahan pertanian yang siap untuk untuk di tanami padi tertimbun longsor dan kemungkinan besar petani akan alami kerugian besar," bebernya.
"Kita juga sudah melaporkan hal ini ke Pemerintah Desa hingga ke Kabupaten dengan harapan bisa mendapatkan perhatian dan bantuan, terutama untuk mengurangi dampak peristiwa ini," tandasnya.
"Untuk kebutuhan yang sangat darurat seperti saat ini, kita membutuhkan alat excavator, karena sawah saat ini masih tertimbun tanah longsor," ungkap Kadi.
Sementara Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barru area Tanete Riaja dan Pujananting, Sudirman saat dikonfirmasi TribunTimur.com membenarkan terkait adanya peristiwa tersebut.
"Untuk kejadian tanah longsor yang menimbulkan lahan pertanian masyarakat di Tanete Riaja dan Pujananting tertimbun, kami sudah laporkan ke pimpinan," ujarnya.
| 5 Ribu Hektare Sawah di Pinrang Diserang Hama Penggerek Batang, Kementan Turun Tangan |
|
|---|
| Petani di Sinjai Diminta Tanam Bibit Padi Umur Pendek |
|
|---|
| Sulsel Tutup Musda Golkar se-Indonesia, Appi-Ina Paling Berpeluang Pimpin Beringin Rindang |
|
|---|
| Tolak Conch, Aktivis Walk Out dari RDP DPRD Barru: Tak Ada Investasi Boleh Tumbuh di Lahan Ilegal |
|
|---|
| Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Pemkab Gowa Percepat Finalisasi RT/RW |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kondisi-sawah-warga-di-Tanete-Riaja-2024.jpg)