Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sindikat Uang Palsu UIN

Bukan hanya Sarjana Agama, Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin Ada Bergelar Doktorandus dan Doktoranda

Empat sindikat uang palsu UIN Alauddin Makassar punya pendidikan mentereng seperti Andi Ibrahim bergelar doktor.

Editor: Sudirman
Ist
Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono dan Andi Ibrahim. Sindikat uang palsu UIN Alauddin punya pendidikan mentereng. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pelaku sindikat uang palsu Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, ternyata punya pendidikan mentereng.

Ada empat dari 17 pelaku punya pendidikan tinggi.

Yaitu Andi Ibrahim, Sukmawati, Suardi Mappeabang, dan Ambo Ala.

Di antara keempat pelaku, hanya Andi Ibrahim jebolan UIN Alauddin, Makassar.

Ia menempuh pendidikan S1 bidang Agama di UIN Alauddin pada 1995.

Baca juga: Pembuat Uang Palsu di UIN Alauddin Niat Maju Pilkada

Pada 1998, Andi Ibrahim melanjutkan pendidikannya bidang Sastra di Universitas Indonesia.

Kemudian, ia menyelesaikan studi S2 di Universitas Negeri Malang pada 2002.

Andi Ibrahim mendapatkan gelar Doktor di UIN Alauddin Makassar pada 2019.

Ia punya peran vital kasus uang palsu yaitu sebagai pengedar dan melakukan transaksi jual beli uang palsu.

Sementara tiga pelaku lainnya dipastikan bukan jebolan UIN Alauddin.

Hal itu diketahui dari gelar pendidikan yang melekat namanya.

Mereka ada memiliki gelar Doktorandus (Drs) dan Doktoranda (Dra).

Doktorandus dan Doktoranda kemungkinan besar didapatkan dari Makassar.

Seperti Sukmawati yaitu Strata Satu (S1) dengan gelar Doktoranda (Dra).

Sukma merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Makassar.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved