Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

HPM-N Makassar Gelar Doa Pemulihan untuk Tanah Papua

Himpunan Pelajar dan Mahasiswa/i Nduga (HPM-N) Makassar menggelar ibadah dan doa pemulihan khusus untuk Tanah Papua.

Istimewa
Himpunan Pelajar dan Mahasiswa/i Nduga (HPM-N) Makassar menggelar ibadah dan doa pemulihan khusus untuk Tanah Papua pada Minggu (15/12).  

TRIBUN-TIMUR.COM  – Himpunan Pelajar dan Mahasiswa/i Nduga (HPM-N) Makassar menggelar ibadah dan doa pemulihan khusus untuk Tanah Papua pada Minggu (15/12). 

Acara yang berlangsung dengan penuh duka ini menjadi momen refleksi bagi para mahasiswa untuk menunjukkan solidaritas kepada para pengungsi di berbagai wilayah Papua yang saat ini kehilangan suasana Natal akibat konflik.  

Bertempat di salah satu gedung di Makassar, ibadah ini mengangkat tema "Kami Telah Melihat Bintang-Nya di Timur” dengan landasan Alkitab dari Matius 2:1-11. 

Dalam suasana khusyuk, peserta berdoa untuk masyarakat di wilayah Nduga, Yahukimo, Maybrat, Intan Jaya, Puncak Papua, Lanny Jaya, dan daerah lainnya yang saat ini terpaksa hidup di pengungsian, baik di hutan maupun di daerah tetangga.  

Selain dihadiri oleh anggota HPM-N, kegiatan ini juga melibatkan Gerakan Persekutuan Mahasiswa Papua (GPMP) yang berada di Makassar. 

Kehadiran mahasiswa ini menjadi bukti solidaritas yang mendalam terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menderita.  

Ketua HPM-N Kota Studi Makassar, Kemi Telenggen, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini peduli terhadap pengungsi Papua

Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk segera bertindak.  

"Kami berharap pemerintah daerah seperti Pemda Nduga, Yahukimo, Intan Jaya, dan Maybrat segera mengambil langkah nyata untuk mengamankan masyarakat yang mengungsi di hutan dan berbagai wilayah lainnya. Mereka harus dipulangkan agar dapat merasakan suasana Natal di kampung halaman serta beribadah di gereja masing-masing,” ujar Kemi dengan penuh harapan.  

Doa pemulihan ini juga menjadi seruan moral agar konflik yang terjadi di Papua dapat segera berakhir, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali merasakan damai dan hidup dalam harmoni.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved