Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Karantina Sulsel Ekspor 26 Ribu Ton Komoditas ke 29 Negara

Sebanyak 26.092 ton berbagai produk ikan dan tumbuhan Sulsel dikirim ke 29 negara tujuan ekspor.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH IMTIYAAZ
Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh melepas produk komoditas ekspor dari Hotel The Rinra Makassar, Selasa (10/12/2024). Pelepasan komoditas ekspor 26 ribu ton ke 29 negara. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel) melepas komoditas ekspor ke 29 negara tujuan.

Komoditas ekspor ini dilepas Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh, Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia dan Kepala Karantina Sulsel Sitti Chadijah di Hotel The Rinra, Makassar pada Selasa (10/12/2024).

Sebanyak 26.092 ton berbagai produk ikan dan tumbuhan dikirim ke 29 negara tujuan ekspor.

Kepala Karantina Sulsel Siti Chadijah menjelaskan ekspor senilai 58,22 juta dollar AS atau sekitar Rp 1 triliun terdiri dari 26 komoditas. 

Diantaranya agar-agar, kakao, kopi, buah pala, cabe merah, carragenan, cengkeh, kakao cair, kopra, cumi-cumi, daging kepiting, kepiting hidup, damar.

Lalu dedak gandum, gurita, olahan ikan, ikan terbang, kancing kerang, olahan kayu, kerang darah, berbagai produk mete.

Kemudian minyak nilam, pinus, rumput laut, seaweed chopped, talas beku, telur ikan terbang, udang segar dan olahan.

"Kami sangat mengharapkan keterlibatan pelaku usaha dalam mendorong ekspor sehingga berbagai jenis komoditas yang akan diekspor khususnya tahun depan. Seperti tahun ini yang baru itu adalah rempah cengkeh dikirim ke Nigeria seperti itu," jelas Siti Chadijah.

Ekspor komoditas ini disebutnya menjadi bukti nyata proses sertifikasi yang dilakukan.

Baca juga: Ekspor Tumbuh, 2 Ribu Hektare Lahan di 5 Kabupaten Disulap Jadi Tambak Udang Vaname

Dirinya mendorong peningkatan ekspor bisa terus berjalan di 2025.

Apalagi secara tren peningkatan ekspor terus bertumbuh positif.

"Setiap tahun terjadi peningkatan ekspor di Sulawesi Selatan misalnya rumput laut itu setiap tahun terjadi peningkatan dan 82,2 persen tujuan China, rumput laut sama dengan tuna dan karagenan," kata Siti Chadijah.

Sementara itu,  Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia  Shahandra Hanitiyo menyebut ekspor ini menjadi bukti kualitas produk Sulsel.

Sebab menjadi lirikan negara-negara besar seperti Rusia dan China.

"Dengan dilepasnya ekspor tadi berarti standar produk-produk dari komoditas diminta dengan negara mitra itu sudah sesuai standar. kita terus mendorong kemampuan fiskal Indonesia masih terbatas dan berbagai tantangan ke depan melalui hal-hal seperti ini. Ekspor komoditas ini dapat didukung menggerakkan ekonomi Indonesia secara luas maupun Sulawesi Selatan," kata Shahandra.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved