Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Makassar

Banjir Rendam SMPN 26 Makassar, Aktivitas Belajar Diliburkan

Banjir merendam SMPN 26 Makassar, menyebabkan aktivitas belajar-mengajar diliburkan sementara. Fasilitas sekolah terendam hingga kursi dan buku rusak.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-Timur.com
Kolase suasana banjir di SMP Negeri 26, Jl Komplek PU Malengkeri Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (10/12/2024) siang. (Tribun-Timur.com/Muslimin Emba) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Hujan yang mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengakibatkan sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga terendam.

Tidak hanya itu, fasilitas sekolah dan beberapa kantor pelayanan publik juga ikut tergenang.

Seperti terpantau di SMP Negeri 26, Jl Komplek PU Mallengkeri Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (10/12/2024) siang.

Air setinggi betis orang dewasa merendam bangunan sekolah yang terletak di tengah pemukiman warga tersebut.

Sejumlah ruang guru, perpustakaan, hingga ruang belajar siswa juga ikut terendam.

Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah itu diliburkan sementara waktu.

Ruas Jl AP Pettarani depan kantor Pos Indonesia Regional VI, masih terendam, Selasa (10/12/2024) siang. Meski genangan masih terlihat di ruas Jl AP Pettarani, kemacetan sudah mulai terurai. Warga diminta tetap berhati-hati di jalan raya.
Ruas Jl AP Pettarani depan kantor Pos Indonesia Regional VI, masih terendam, Selasa (10/12/2024) siang. Meski genangan masih terlihat di ruas Jl AP Pettarani, kemacetan sudah mulai terurai. Warga diminta tetap berhati-hati di jalan raya. (Tribun-Timur.com)

"Sudah langganan (banjir) di sini. Pokoknya mulai Desember sampai bulan empat (April)," kata salah satu staf yang ditemui, Aspani Abdullah.

Beruntung, kata Aspani, para siswa baru saja mengikuti ujian semester.

"Sementara ini sudah semester, jadi libur karena perbaikan nilai," jelasnya.

Baca juga: Genangan Setinggi Betis di Jl AP Pettarani Makassar, Kemacetan Terurai

Selain menghambat proses belajar mengajar, lanjut Aspani, beberapa fasilitas sekolah juga terendam.

Seperti bangku dan kursi para siswa di tiga ruang belajar yang tergenang.

"Musti ada yang (rusak), itu buku-buku di dalam, di perpustakaan juga. Tapi tidak semuanya," ucapnya.

Aspani mengatakan, kondisi yang dialami SMPN 26 ini telah diketahui oleh pemerintah.

Namun, hingga kini, lanjut dia, belum ada perbaikan signifikan agar sekolah tersebut tidak lagi menjadi sasaran banjir.

Di sisi lain, momen banjir ini juga dimanfaatkan beberapa anak-anak sekitar sekolah untuk bermain air.

Mereka tampak ceria bermain air di jalanan depan sekolah yang terendam sejak Senin malam. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved