Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Demo Rekap Suara di Jeneponto

Jeneponto Zona Rawan Pilkada 2024

Beberapa wilayah kecamatan di Jeneponto sudah didapati temuan-temuan, meski masih butuh pembuktian secara konkret. 

Tayang:
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH AGUNG PUTRA PRATAMA
Ketegangan terjadi saat pemindahan logistik Pilkada di Kantor Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (1/12/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan masuk zona rawan Pilkada 2024

Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana menegeskan hal itu saat berada di Kantor Bawaslu Jeneponto, Jl Ishak Iskandar, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel, Senin (2/12/2024).

"Kita atensi peristiwa yang ada di Jeneponto, berdasarkan informasi dari bawaslu Jeneponto dan juga sejumlah dukomen yang ada, sehingga penting kita langsung turun untuk memonitor perkembangan," katanya.

Beberapa wilayah kecamatan sudah didapati temuan-temuan, meski masih butuh pembuktian secara konkret. 

"Dan ternyata memang di suatu daerah (Kecamatan Kelara) yang kita dapat informasi, kunjungan langsung ke kecamatan kelara yah. Dipicu perdebatan terkait dokumen akses daftar hadir dengan kesesuaian jumlah di TPS itu kemudian yang menyebabkan peristiwa terjadi keributan (saksi dan PPK)," tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, proses rekapitulasi di Kantor Kecamatan Kelara sempat terhenti. 

Itu karena adanya dugaan manipulasi dokumen daftar hadir. 

Meski begitu, logistik pemilu telah dipindahkan ke gudang logsitik KPU Kabupaten Jeneponto

Logistik Pilkada Jeneponto Dipindah

Logistik pilkada di Kantor Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dipindahkan, Minggu (1/12/2024) malam.

Logistik yang seharusnya direkap di Kantor Camat tersebut terpaksa dipindahkan karena banyaknya massa yang mendesak untuk melihat daftar hadir pemilih.

Pantauan Tribun-Timur.com pada pukul 21.21 Wita di lokasi, para petugas PPK mulai mengangkut logistik.

Perpindahan logistik ini diperkirakan akan dibawa ke Kantor KPU di Jalan Pahlawan, Kecamatan Binamu, Jeneponto.

"Akan dipindahkan ke KPU Jeneponto sementara waktu," kata salah seorang petugas di lokasi.

Berbagai logistik yang ada di Kantor Kecamatan Kelara mulai diangkut ke truk.

Polisi bersenjata lengkap dan berpakaian sipil tampak mengamankan lokasi.

Sementara itu, massa aksi terus mengamati proses perpindahan logistik tersebut.

Sebelumnya diberitakan, massa aksi masih terus bertahan di Kecamatan Kelara.

Hingga pukul 19.04 Wita, Minggu (1/12/2024), massa semakin banyak dan suasana semakin memanas.

Perundingan untuk membuka daftar hadir pemilih masih terus dilakukan.

Massa menuntut pihak KPU agar lebih transparan.

Aparat keamanan tetap berjaga di lokasi. Bahkan saat waktu salat Maghrib, terdengar letusan senjata.

Hal itu dilakukan untuk melerai massa yang terus berdatangan.

Di lokasi, sempat terdengar letusan senjata ke udara sebagai peringatan untuk menenangkan massa.

"Persoalan yang dikalah dan tidak dikalah itu urusan belakang," tegas salah satu simpatisan di lokasi yang meminta kejelasan.

Selain itu, polisi dari Sat Brimob Polda Sulsel terlihat mengamankan lokasi.

Tampak pula anggota TNI yang turut menjaga keamanan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Jeneponto, Muhammad Alwi, juga tampak hadir di lokasi.(*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Agung Putra Pratama

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved