Demo Rekap Suara di Jeneponto
KPU Jeneponto Bantah Ada Kecurangan di TPS 02 Kelara
Ketua KPU Jeneponto menanggapi isu dugaan pencoblosan 118 surat suara di Kelara. Ia pastikan tidak ada kecurangan dan penandatanganan daftar hadir.
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Ketua KPU Jeneponto, Asming Syarif menanggapi petugas KPPS yang viral diduga melakukan pencoblosan 118 surat suara pada Sabtu (1/12/2024).
Anggota KPPS tersebut, Ilham, bertugas di TPS 02 Kelurahan Tolo' Kota, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ilham viral lantaran mengaku telah menandatangani 118 daftar hadir wajib pilih namun diklaim tidak melakukan pencoblosan.
"Itu tidak benar bahwa ada petugas KPPS kami yang melakukan coblos 118 surat suara," kata Asming di Kantor KPU, Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Jeneponto.
Informasi ini disampaikan Asming berdasarkan keterangan PPK Kelara.
Namun yang pasti, penandatanganan yang diduga dilakukan Ilham atas dasar terdesak.
Menumpuknya undangan pencoblosan membuat warga enggan bertanda tangan.
"Petugas KPPS kami merasa terdesak karena pemilih di sana tidak mau tanda tangan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Oknum anggota KPPS di TPS 02, Kelurahan Tolo' Kota, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga melakukan pelanggaran Pilkada 2024.
Anggota KPPS tersebut, Ilham, mengaku telah menandatangani 118 daftar hadir wajib pilih yang tidak datang pada hari pemungutan suara.
Baca juga: Kapolres Jeneponto Teriak saat Ketua KPU Nyaris Dipukul: Woi Apa Itu!
"Saya yang tanda tangan karena saya tidak berani mengambil keputusan kalau tidak ada kesepakatan," kata Ilham yang diinterogasi oleh tokoh masyarakat berdasarkan video yang beredar di Kantor Camat Kelara, Jumat (29/11/2024).
Kejadian bermula pada hari pemungutan suara, Rabu (27/11/2024), saat saksi Paslon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 3 di TPS tersebut menemukan kejanggalan pada jumlah daftar pemilih.
Dalam pemungutan suara itu, saksi mengamati bahwa oknum KPPS tampil mencurigakan.
Dugaan tersebut mengarah pada kesepakatan oknum KPPS yang menandatangani kehadiran sejumlah wajib pilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Khusus (DPK), dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).
Simpatisan Paslon nomor urut 3, Muhammad Sarif-Moch Noer Alim Qalby, langsung menyampaikan temuan tersebut kepada Panwaslu Kecamatan Kelara.
Jeneponto Zona Rawan Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Kecurangan di Pilkada Jeneponto: KPPS Tandatangani Daftar Hadir untuk Seluruh Pemilih |
![]() |
---|
Logistik Pilkada Jeneponto Dipindah, Polisi Jaga Ketat Keamanan |
![]() |
---|
Tembakan Peringatan Polisi Warnai Kerusuhan Massa di Kantor Kecamatan Kelara Jeneponto |
![]() |
---|
Kapolres Jeneponto Teriak saat Ketua KPU Nyaris Dipukul: Woi Apa Itu! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.