Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Resensi Buku

Prof Hasbi Marissangan Terbitkan Lagi Buku Sosiologi Kesehatan, Dua Bulan Lalu tentang Lansia Sehat

sosiologi kesehatan tidak hanya memusatkan perhatian pada aspek fisik dan kesehatan, tetapi juga mengkaji lebih dalam tentang aspek interaksi sosial

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Buku karya Guru Besar Unhas Prof Hasbi Marissangan MSi PhD. Buku ini diterbitkan November 2024 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Hasbi Marissangan MSi PhD menerbitkan buku lagi. Buku karya Prof Hasbi Marissangan MSi PhD yang terbit November 2024 ini berjudul Sosiologi Kesehatan Menuju Perilaku Hidup Sehat.

Prof Hasbi Marissangan MSi PhD menulis buku itu bersama Andi Muhammad Arif Haris S Tr Sos SP PSM dan drg Helmy Siswanto MKG.

“Sosiologi kesehatan mengkaji berbagai aspek terkait dengan kesehatan, penyakit, dan sistem perawatan kesehatan,” ujar Prof Hasbi Marissangan MSi PhD, Kamis 21 November 2024.

Menurut Sosiolog Unhas itu, salah satu aspek penting dalam sosiologi kesehatan adalah analisis mengenai ketidaksetaraan kesehatan dalam masyarakat. 

Dalam konteks ini, kesehatan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis atau genetik. 

Buku Menuju Lansia Bahagia, karya Prof Hasbi Marissangan MSi PhD
Buku Menuju Lansia Bahagia, karya Prof Hasbi Marissangan MSi PhD (dok tribun timur)

Baca juga: Buku Menuju Lansia Bahagia Karya Prof Hasbi, Panduan Hidup Bahagia Sehat Jiwa Raga Sepanjang Hayat

“Para peneliti mendalaminya dengan menelaah peran faktor sosial-ekonomi seperti pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan budaya dapat mempengaruhi akses terhadap perawatan kesehatan,” jelas Prof Hasbi Marissangan MSi PhD. 

Sosiologi kesehatan juga mencakup pemahaman tentang perilaku hidup sehat individu dan masyarakat. 

“Ahli sosiologi kesehatan Anna Dixon, menemukan bahwa perilaku hidup sehat dapat dipengaruhi oleh norma sosial, budaya, dan nilai-nilai yang dianut dalam masyakat,” kata Prof Hasbi Marissangan MSi PhD . 

Menurutnya, sosiologi kesehatan juga membahas masalah kesehatan kontemporer yang muncul seiring dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi, misalnya pademi COVID-19 telah menjadi fokus dalam kajian sosiologi kesehatan. 

Para ahli dalam bidang ini telah memainkan peran penting dalam menganalisis respons sosial terhadap pandemi, memahami dampak sosial ekonomi dari pandemi, dan merancang kebijakan untuk mengatasi krisis kesehatan masyarakat ini.   

Sosiologi kesehatan juga mengkaji peran institusi kesehatan komersil dalam sistem kesehatan. 

Ahli kesehatan Paul Starr menyoroti kompleksitas hubungan antara keuntungan finansial dan kualitas perawatan kesehatan. 

Menurut Prof Hasbi Marissangan, Paul Starr menekankan bahwa praktek kesehatan yang berorientasi pada profit memiliki dampak signifikan pada aksesbilitas dan kualitas perawatan yang diterima oleh individu.

Secara keseluruhan, sosiologi kesehatan tidak hanya memusatkan perhatian pada aspek fisik dan kesehatan, tetapi juga mengkaji lebih dalam tentang aspek interaksi sosial, struktur masyarakat, dan dinamika institusi kesehatan. 

Melalui berbagai aspek yang mencakup analisis ketidaksetaraan kesehatan, perilaku hidup sehat, respons  terhadap krisis kesehatan global, dan dampak dari komersialisasi perawatan kesehatan, sosiologi keesehatan memberi konstribusi penting dalam membentuk pandangan holistik terhadap kesehatan masyatakat di era modern saat ini.

Sebelumnya, pada bulan September 2024 lalu, Prof Hasbi Marissangan menerbitkan buku Menuju Lansia Bahagia. Buku ini diterbitkan Pustaka Aksara.

“Masa lanjut usia merupakan tahap penutup dalam rentang kehidupan seseorang. Makanya mereka yang sampai di usia ini sudah harus mendapat perhatian khusus,” kata Prof Hasbi Marissangan, Selasa 24 September 2024.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved