Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel

Danny Pomanto: Hati-hati Politik Uang

Danny Pomanto ajak warga Makassar tolak politik uang dan pilih pemimpin yang membawa perubahan. Perubahan nyata di Makassar berkat kepemimpinan cerdas

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM
Calon Gubernur Sulsel Danny Pomanto saat kampanye di Parepare, Jumat (15/11/2024). Jelang pencoblosan, Danny Pomanto mengingatkan masyarakat untuk menolak politik uang dan memilih pemimpin yang membawa perubahan nyata. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Masa pencoblosan pemilihan kepala daerah serentak semakin dekat. 

Untuk itu, Calon Gubernur Sulsel, Danny Pomanto, memanfaatkan waktu tersisa untuk memaksimalkan agenda kampanye.  

Selama hampir dua bulan, Pasangan Nomor Urut 1 Danny-Azhar Arsyad (DIA) telah mengunjungi 24 kabupaten/kota di Sulsel. 

Keduanya menyisir titik demi titik di Sulsel untuk menyampaikan visi-misi mereka dalam Pilgub Sulsel ini.  

Dalam kampanye di Makassar, Danny Pomanto bertemu dengan pendukung dan simpatisan di Jl Muh Yamin Baru, Bara-Barayya Timur, Kota Makassar, pada Minggu (17/11). 

Danny Pomanto hadir bersama Calon Wali Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail.  

"Hari ini saya berdua bersama ibu Indira, kita akan kembali keliling dan melepas rindu saya di Kota Makassar," kata Danny Pomanto.  

Di hadapan ratusan pendukung INIMI-DIA, Danny Pomanto mengajak masyarakat untuk menolak politik uang

Menurutnya, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah momen untuk mengubah nasib menjadi lebih baik.  

"Hati-hati dengan politik uang, karena uang itu bisa membuat orang kurang uang jadi setengah mati, tapi kalau diberi uang bisa mati setengah. Jadi, lawan dengan kecerdasan," tegasnya.  

Kota Makassar di bawah kepemimpinan Danny Pomanto telah mengalami banyak perubahan. 

Baca juga: Azhar Arsyad: Cagub Dibeking Bandar Narkoba Rusak Masa Depan Sulsel

Nasib tenaga kebersihan, tenaga honor, hingga RT/RW berubah drastis. Perubahan ini berkat komitmen pemimpin yang ingin mengubah nasib masyarakat menjadi lebih baik.  

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Makassar pun naik dari Rp500 miliar menjadi Rp1,5 triliun tahun ini, dan diprediksi akan mencapai Rp2 triliun tahun depan.  

"Kita Pilkada untuk merubah nasib. Dulu penyapu jalan kita hanya Rp25 ribu, sekarang sudah Rp2,4 juta, di luar BPJS. Itu semua karena kita tidak salah mencoblos," ungkapnya.  

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan program yang bisa membawa kemunduran Kota Makassar ke depan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved