Ngobrol Politik
Ancaman Hoax Dapat Memicu Eskalasi Konflik
Dimana, dalam pesta demokrasi, berita hoax terus bersebaran kepada masyarakat untuk menjatuhkan lawan bagi pasangan yang menggunakan cara tersebut.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hoax atau kebohongan dapat memicu eskalasi konflik dalam pesta demokrasi.
Dimana, dalam pesta demokrasi, berita hoax terus bersebaran kepada masyarakat untuk menjatuhkan lawan bagi pasangan yang menggunakan cara tersebut.
Dosen Departemen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unhas Fajlurrahman Jurdi mengatakan, kebohongan akan melahirkan kebohongan baru, karena setiap orang yang berbohong pasti akan berlipat dua kali
"Dia juga akan berbohong lipatan ketiganya dia akan berbohong dan itu akan terus-menerus, masyarakat tidak memperoleh informasi yang benar tentang apa yang tengah mereka perebutkan, karena kita tidak tahu di mana yang benar mana yang tidak benar," katanya saat Ngobrol Politik di Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Kota Makassar, Rabu (13/11/2024).
Kebohonga, kata Fajrulrrahman, dapat memicu eskalasi konflik, karena dapat membuat gaduh masing-masing pendkung dari pasangan tertentu.
"Kemudian, demokrasi menjadi cacat nilai meskipun secara prosedur demokrasi kompetition itu adalah 50 persen + 1 itu kemudian tidak jadi soal tapi nilai-nilai demokrasi itu tercerai oleh unsur kebohongan tadi," ujarnya.
Pemimpin yang lahir dari kebohngan, kata Fajlurahman, tidak akan mungkin memimpin dengan baik, mereka akan memimpin dengan cara berbohong kepada publik.
"Kebohongan baru akan melahirkan kebohongan baru secara berulang-ulang, karena itu untuk menjaga agar ritme demokrasi ini menjadi tetap baik pemimpin yang kita pilih harus memiliki integritas yang baik," ungkapnya.
Olehnya, ia mengajak seluruh masyarakat agar dapat bijak memilih pemimpin yang baik sehingga memanfaatkan semua chanel agar tidak menelan informasi secara mentah-mentah.
"Karena apa yang disampaikan kepada kita penting bagi kita untuk memverifikasi, untuk membaca, kemudian untuk membangun kesadaran tersendiri yang disebut ," jelasnya.
| Cerita Cicu, dari Coba-Coba Akhirnya Jadi Anggota DPRD |
|
|---|
| KPU Sulsel Tegaskan Pentingnya Integritas dalam Penyelenggaraan Pilkada Berkualitas |
|
|---|
| TPS Harus Ramah untuk Penyandang Disabilitas, KPU Diminta Siapkan Fasilitas yang Memadai |
|
|---|
| Menyebarkan, Menyiarkan Berita Hoax Akan Kena Pidana |
|
|---|
| Dosen Unhas: Media Sosial Jadi Sarana Penyebaran Hoax yang Cepat, Literasi Penting untuk Melawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/renaldi-2024-4444.jpg)