Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkada Enrekang

Daftar 5 Panelis Debat Kedua Pilkada Enrekang: Akademisi, Aktivis hingga Mantan Anggota KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Enrekang telah menetapkan lima panelis untuk debat kedua pemilihan calon bupati dan wakil bupati Enrekang. 

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
KPU Enrekang
Tiga Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Enrekang akan beradu gagasan dalam debat pamungkas di Hotel Dalton Makassar, Rabu (13/11/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Enrekang telah menetapkan lima panelis untuk debat kedua pemilihan calon bupati dan wakil bupati Enrekang. 

Kelima panelis ini terdiri dari kalangan akademisi, profesional, dan aktivis, yang dipilih secara ketat oleh KPU Enrekang.

Debat ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Dalton, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulsel, Rabu (13/11/2024), pukul 10.00 Wita.

Tema debat kali ini bertajuk 'Pembangunan Inklusi Berbasis Kearifan Lokal dan Berperspektif Lingkungan'. 

Tema ini sengaja dipilih untuk mendorong para calon Bupati dan Wakil Bupati memikirkan strategi pembangunan yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi.

Namun juga memperhatikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. 

Ada tiga pasangan calon yang akan berpartisipasi dalam debat ini.

Baca juga: Dianggap Tak Wajar, Akademisi Soroti KPU Pilih Ketua Ansor Pinrang Jadi Panelis Debat Calon Bupati

Di antaranya, pasangan nomor urut 01 Mitra Fakhruddin MB-Mahmuddin.

Pasangan nomor urut 02 Muh Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang La Tinro.

Terakhir, pasangan nomor urut 03 Irpan-Deswanto. 

Ketiga paslon ini akan saling beradu gagasan, program, dan solusi untuk menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Enrekang.

Komisioner KPU Enrekang, Rahmat menegaskan bahwa panelis yang dipilih untuk debat ini tidak memiliki keterikatan dengan pasangan calon maupun partai politik. 

"Mereka telah kami telusuri berdasarkan rekam jejaknya. Hal ini untuk memastikan debat berjalan dengan obyektif, tanpa memihak salah satu pihak,” jelas Rahmat kepada Tribun-Timur.com, Selasa (12/11/2024).

Proses seleksi ini dilakukan untuk menjaga keadilan dan integritas debat.

Panelis pertama adalah Prof Arijani, seorang guru besar di Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved