Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Suami dan Anak Rosita Ketagihan Makan Anggur Shine Muscat

Anggur Shine Muscat asal China saat ini ramai jadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini karena ditemukan residu kimia melebihi batas aman yang

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
DOK WIKIMEDIA COMMONS/FUMIKAS SAGISAVAS
Anggur Shine Muscat asal China 

"Berharap banget ini berita spesifik terkait bahaya dan mengandung residu bahan kimia di atas batas wajar itu merek apa, terus yang ukuran apa dan dari mana," ujar Rosita.

Kekhawatiran yang sama pun turut dirasakan oleh Caca, salah seorang karyawan swasta di Jakarta Selatan.

Caca berharap pemerintah melakukan tindakan terkait hal ini.

"Khawatir tentu ada ya. Tapi lebih khawatir lagi kalau tidak ada tindakan apa pun dari pemerintah atau pihak berwenang," kata Caca.

Menurutnya, minimal pemerintah melakukan pemeriksaan atau pemantauan secara ketat terkait masuknya anggur Shine Muscat ini.

"Kalaupun nanti anggurnya engga ada residu yang bahaya, kan kita jadi lebih aman dan nyaman. Apalagi sekarang lagi musim banget ya, di Indonesia juga melimpah. Beberapa hari ini harga anggur juga jadi lebih murah," kata Caca lagi.

Selain itu, kalau pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang tegas, Caca juga mengkhawatirkan kerugian dari pedagang yang sudah membeli stok banyak.

"Orang pada enggak beli, terus karena stok yang melimpah tadi, anggurnya pada busuk. Kan rugi pedagangnya. Ekonomi lagi sulit," lanjutnya.

Dirinya pun berharap anggur Shine Muscat yang ada di Indonesia tidak mengandung residu berbahaya. Selain itu ia menyarankan pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk menguji keamanan dari anggur Shine Muscat yang ada di Indonesia.

"Cepat-cepat deh diuji dan diumumin hasilnya.  Serem banget kalo beneran ada residu bahaya, terus terlanjur dikonsumsi secara meluas bisa memicu penyakit hati dan kanker," tutupnya.

Tanggapan DPR

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dicecar Komisi IX DPR soal temuan anggur shine muscat yang diduga mengandung zat berbahaya.

Hal itu disampaikan anggota Komisi IX DPR Irma Suryani dalam rapat kerja antara Komisi IX DPR dan BPOM.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Anggur ini seharusnya kan itu hubungannya dengan Kementerian Pertanian. Kan ada disitu kan barang karantinanya, ya masuk. Nah, tetapi, tentu, karena badan POM punya Tupoksi pengawasan obat dan makanan, ini bagian dari makanan, maka kami tadi ditegur," kata Taruna.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved