Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Isi Garasi Meutya Hafid Menteri Komunikasi dan Digital, Berdarah Bugis Pernah Disandera di Irak

Meutya Hafid melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk laporan periodik 2023, dengan tanggal 22 Juli 2024.

Editor: Hasriyani Latif
Tribunnews.com
Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Meutya Hafid merupakan satu dari lima perempuan yang masuk Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ia ditunjuk sebagai Menteri Komunikasi dan Digital menggantikan posisi Budi Arie Setiadi.

Sebagai pejabat publik, para Menteri berkewajiban menyampaikan Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lantas berapa harta kekayaan dan isi garasi Meutya Hafid?

Meutya Hafid lahir 3 Mei 1978 di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. 

Darah Bugis mengalir di tubuhnya.

Ayahnya, Anwar Hafid merupakan warga Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

Baca juga: Viral Foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pakai Seragam Loreng Jelang Pembekalan di Akmil Magelang

Sepanjang perjalanan kariernya, Meutya Hafid dikenal sebagai jurnalis hingga politikus.

Dirinya mengawali karier sebagai jurnalis dan presenter berita Metro TV.

Salah satu momen yang melambungkan namanya adalah ketika ia dan juru kamera Metro TV, disandera oleh kelompok bersenjata di Irak saat sedang bertugas tahun 2005 lalu. 

Kala itu, Meutya Hafid dan rekannya disandera selama tiga hari hingga akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005.

Pengalaman tersbeut diceritakan Meutya Hafid melalui bukunya yang berjudul 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak (2007).

Pada 11 Oktober 2007, Meutya Hafid terpilih sebagai pemenang Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O'Neill, dari pemerintah Australia.

Penghargaan ini dianugerahkan setiap tahun untuk mengenang mantan Atase Pers Kedutaan Australia Elizabeth O’Neill, yang gugur dalam tugasnya pada 7 Maret 2007 dalam kecelakaan pesawat di Yogyakarta.

Penghargaan diberikan kepada satu orang jurnalis Australia dan satu orang jurnalis Indonesia, diserahkan langsung oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved