Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Chaidir Syam, Maros 'On The Right Track'

Sungguh keliru jika ada premis yang mengadili secara sepihak Chaidir Syam tidak berkarya untuk Maros. 

Editor: Sudirman
Ist
Bachtiar Adnan Kusuma 

Oleh: Bachtiar Adnan Kusuma

Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI

TRIBUN-TIMUR.COM - PENULIS membaca berbagai pesan berantai beredar di group WhatsApp menyebutkan kalau Chaidir Syam selama tiga tahun lebih memimpin Maros tidak
melakukan aksi perubahan yang signifikan.

Berbagai argumentasi dikemukakan oleh pihak tertentu, seolah-olah ingin melakukan pembenaran kalau saja Bupati Maros Chaidir Syam, Penerima Penghargaan Tertinggi Perpustakaan Nasional RI “ Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional” satu-satunya pejabat publik Bupati dari Sulsel, tidak berbuat banyak untuk daerah yang sangat dicintainya, Kabupaten Maros.

Sungguh keliru jika ada premis yang mengadili secara sepihak Chaidir Syam tidak berkarya untuk Maros

Penulis mengutip pernyataan Mark Levy, dalam bukunya” Menjadi Genius dengan Menulis” menegaskan kalau saat ini telah terjadi proses peralihan pembangunan fisik ke pembangunan non fisik.

Mark Levy, mempertegas kalau pembangunan non fisik adalah proses pembangunan jangka panjang yang menempatkan sumber daya manusia sebagai elan vital perubahan suatu
bangsa atau wilayah dan daerah.

Pertanyaannya, sejauhmana efek Sumber Daya Manusia jika dibandingkan pembangunan fisik?

Tidak bermaksud membuat dikhotomi pembangunan, jujur kita mengakui pembangunan sumber daya manusia telah menempatkan kekuatan pikiran, gagasan dan kemampuan manusia, orientasinya jangka panjang. 

Karenanya, pembangunan sumber daya manusia, tidak kelihatan, apalagi dinikmati langsung.

Tapi butuh proses dan waktu panjang. Namanya saja membangun manusia, tidak seperti membangun jalanan, apalagi tol atau bangunan-bangunan tinggi.

Apa yang dilakukan Chaidir Syam dalam mengantar Kabupaten Maros sebagai kabupaten sejahtera, relegius, Sejuk dan Berkelanjutan telah menempatkan pendidikan, ekonomi, kesehatan sebagai jalan utama mengantar masyarakat Maros sebagai masyarakat terdepan di Sulawesi Selatan.

Penulis teringat konsep Marshall Plan yang pernah dilakukan dan dipraktikkan Amerika Serikat tatkala membantu merehabilitir perekonomian Eropa.

Cara ini bisa dilakukan pemerintah pusat dan daerah terutama mempercepat proses pembangunan seperti yang telah dilakukan pada Eropa, Jepang dan Korea dengan menerapkan konsep Marshall Plan.

Konsep pembangunan Marshall Plan semula dari pidato innagurasi penghargaan Doktor Honoris Causa di Harvard University Amerika Serika.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved