Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kapan Harus ke Psikiater? Ini Tanda-tanda Harus Konsultasi Secepatnya

Banyak masyarakat memiliki stigma negatif apabila ada seseorang yang berkonsultasi dengan psikiater. Padahal kesehatan jiwa juga butuh penanganan.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN TIMUR
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Primaya Hospital Hertasning, dr Devina narasumber Podcast Ngobrol Sehat Tribun Timur, Rabu (2/10/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Masih banyak masyarakat memiliki stigma negatif apabila ada seseorang yang berkonsultasi dengan psikiater.

Padahal kesehatan jiwa juga butuh penanganan. 

Sama dengan Kesehatan fisik, kesehatan jiwa juga berdampak buruh jika tidak segera ditangani.

Lantas, kapan waktu tepat ke psikiater?

Sebelum mengetahui kapan harus ke psikiater, terlebih dahulu harus tahu perbedaannya dengan psikolog.

Psikiater adalah dokter yang telah menyelesaikan pendidikan kedokteran umum dan mengambil spesialisasi di bidang jiwa, sehingga bisa memberikan terapi obat-obatan.

Sementara psikolog berlatar belakang pendidikan psikologi dan mereka tidak dapat memberikan pengobatan medis karena bukan dokter.

Psikolog bisa menjadi pintu awal untuk masalah yang lebih ringan atau emosional, seperti bimbingan konseling.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Primaya Hospital Hertasning, dr Devina mengatakan untuk masalah yang lebih kompleks, lebih baik langsung ke psikiater.

"Karena psikiater bisa memberikan terapi obat," ujar dr Devina dalam Podcast Ngobrol Sehat Tribun Timur, Rabu (2/10/2024) lalu.

Seseorang ke psikiater, jangan menunggu sampai kecemasan atau gangguan semakin parah. 

Jika sudah merasa ada ketidaknyamanan seperti gangguan tidur, gangguan makan, kecemasan berlebihan, atau emosi yang tidak bisa dikontrol, sebaiknya segera berkonsultasi. 

Penting untuk menyadari bahwa ini adalah langkah preventif agar tidak semakin memburuk.

Tanda yang paling sering terjadi adalah gangguan tidur, seperti insomnia. 

"Banyak pasien datang dengan keluhan sulit tidur dan setelah dilakukan anamnesis, ternyata ada masalah lain seperti kecemasan, perasaan sedih yang mendalam, atau gangguan emosional lainnya yang menjadi akar masalahnya," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved