Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

'Oppo' Jadi Anggota DPRD Makassar, Ray Suryadi Masih Soroti Layanan PDAM soal Krisis Air Bersih

Ray Suryadi melanjutkan periode kedua di DPRD Makassar usai mengantongi perolehan suara 6.758 di Dapil Makassar II. 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
tribun timur
Anggota DPRD Makassar Fraksi Partai Demokrat, Ray Suryadi Arsyad 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Ray Suryadi Arysad, politisi Partai Demokrat Kota Makassar terpilih kembali sebagai Anggota DPRD Kota Makassar periode 2024-2029.

Ray Suryadi melanjutkan periode kedua di DPRD Makassar usai mengantongi perolehan suara 6.758 di Dapil Makassar II. 

Lima tahun perjalanannya di DPRD Makassar tentu banyak menaruh cerita, baik suka maupun duka. 

Lima tahun belakangan ini kata Ray, sinergi antara legislatif dan eksekutif terjalin begitu kuat dan harmonis. 

"Karena namanya melakukan kerja-kerja kolaborasi, yang dibutuhkan adalah komunikasi yang intens antar lembaga," ucap Ray kepada Tribun Timur, Minggu (8/9/2024).

Banyak hal yang sudah terwujud, dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, dari sebelumnya tidak baik menjadi baik.

Kendati begitu, Ray menilai masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki kedepan. 

"Tidak ada yang sempurna tapi kesempurnaan itu perlu menjadi goals kita kedepan. Karena Kota Makassar ini kota yang sudah sangat memberikan banyak perubahan," tuturnya. 

Terkait persoalan di Kota Makassar kata Ray, persoalan klasik masih perlu difokuskan. 

Misalnya, beberapa wilayah di Makassar saat kemarau masih mengalami kekeringan air bersih. 

"Saya tidak mau lepas itu, belum terselesaikan. Kinerja PDAM dan Pemkot Makassar perlu lebih keras lagi dalam memberikan solusi untuk masalah klasik yang selalu dirasakan masyarakat," tuturnya. 

Kedua persoalan kemacetan, menurut anggota DPRD Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini, solusi kemacetan menjadi atensi besar karena melihat perkembangan Kota Makassar yang semakin hari semakin padat.

"Pemkot harus bisa memberikan solusi solutif kepada masyarakat dalam rangka melakukan aktivitas lalu lintas. Misalnya perlu pemasangan lampu lalu lintas, papan bicara, perlu dilengkapi dan diperbanyak di setiap sudut Makassar terutama dari sisi penyakit sosial, masih banyak anjal, gepeng, pak ogah itu masih meresahkan," paparnya 

Disisi lain, perparkiran juga belum terkelola dengan baik. Di Makassar banyak masyarakat resah akibat banyaknya parkir liar tak terkendali.

Sementara kontribusi retribusi parkir tidak sepadan dengan banyaknya lokasi pemungutan parkir di Kota Makassar

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved