Tiga Desa di Selayar Terancam Tak Bisa Cairkan Dana Desa
Desa Bungayya, Desa Lamantu, dan Desa Bone Selayar terancam tak bisa cairkan dana desa.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggaran dana desa terancam tidak cair di tiga desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulsel Akbar.
Ketiga desa tersebut, Desa Bungayya, Desa Lamantu, dan Desa Bone.
Menurut Akbar, ada pengelolaan pekerjaan tahun 2023 lalu yang belum diselesaikan.
"Info satker P3MD, (penyebab) penyelesaian pekerjaan tahun 2023 belum bisa mereka selesaikan dan uangnya habis. Selisih pekerjaan senilai yang tidak terealisasi itu rencana mau dijadikan silpa rancangan APBDes," jelas Akbar pada Sabtu (24/8/2024).
Baca juga: Realisasi Dana Desa di Sulsel Capai 67 Persen
"Tapi belum bisa disepakati oleh asistensi camat akibarnya APBDes tahun 2024 belum ada," tambahnya.
Akibatnya dana desa pada alokasi tahun anggaran 2024 terancam tidak cair, disisi lain besarannya pun belum dirincikan.
"Masih menunggu info resminya," kata Akbar.
Untuk diketahui, penggunaan dana desa sesuai arahan Kementerian Keuangan diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, peningkatan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan.
Pemerintah pun menuangkan program dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.
Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari Dana Desa berpedoman pada pedoman teknis yang ditetapkan oleh bupati/wali kota mengenai kegiatan yang dibiayai dari dana desa.
Pelaksanaan kegiatan yang dibiayai dari dana desa diutamakan dilakukan secara swakelola.
Tentunya dengan menggunakan sumber daya dan bahan baku lokal.
Sekaligus diupayakan dengan lebih banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat desa setempat.
Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai kegiatan yang tidak termasuk dalam prioritas penggunaan Dana Desa setelah mendapat persetujuan bupati atau walikota.
Namun harus dipastikan pengalokasian dana desa untuk kegiatan yang menjadi prioritas telah terpenuhi.
Diketahui, suntikan Dana Desa 2024 dalam Transfer Ke Daerah (TKD) Pemerintah Pusat menurun ke Sulsel.
Alokasi Dana Desa dalam TKD untuk desa se-Sulsel sebesar Rp 2,02 triliun.
Angka ini diketahui menurun 1,56 persen dibanding 2023.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan Supendi pun membeberkan alasan adanya penurunan.
“Dana desa sedikit turun karena ada peningkatan penambahan dana desa di bulan september kemarin. Tapi Dibandingkan (2023), dana awal (2024) meningkat,” kata Supendi usai penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi TKD TA 2024 di Kantor Gubernur Sulsel akhir tahun lalu.
Alokasi awal dana desa 2023 sebesar Rp1,9 triliun.
Kemudian mendapat tambahan dana desa sehingga total dana desa 2023 Rp2,05 triliun.
Supandi tak menampik potensi adanya penambahan dana desa di pertengahan 2024.
Dana akan dikucurkan sejalan dengan performa desa.
“Nanti di tengah tahun kalau desa berkinerja baik akan ada penambahan dana desa,” katanya.(*)
| Balita Penderita Hidrosefalus di Selayar Dirujuk ke Makassar, Pemkab Siap Tanggung Biaya |
|
|---|
| Mengeja Ulang Emansipasi |
|
|---|
| Pembentukan Provinsi Luwu Raya Berdasarkan Kepentingan Strategis Nasional |
|
|---|
| Pekan Olahraga Provinsi Tetap Digelar di Wajo dan Bone, Total 45 Cabor |
|
|---|
| Komisi IV DPRD Bone Kawal Kasus Akbar Siswa SMAN 7 Bone, Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Plh-Kepala-Dinas-Pemberdayaan-Masyarakat-dan-Desa-Sulsel-Akbar-dw.jpg)