Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akpol

Kisah Naufal Mahasiswa Cumlaude UI Dua Kali Gagal Masuk Akpol, Impian Jadi Polisi Segera Terwujud

Mahasiswa Universitas Indonesia Naufal Setyo Hema salah satu calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

|
Editor: Sudirman
Ist
Naufal saat mengikuti tes Pemeriksaan Penampilan (Rikpil) seleksi tingkat pusat taruna Akpol di halaman Gedung Serbaguna Akpol, Semarang, Jawa Barat (Jabar), Kamis (25/7/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok Naufal Setyo Hema Wiratama mahasiswa Sastra Cina, Universitas Indonesia (UI) calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Naufal bisa disebut salah satu mahasiswa berprestasi. 

Semester pertama, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Naufal Setyo mencapai 3,89.

Berbagai prestasi telah diraih Naufal seperti medali emas Young Scientist Competition 2019 kategori komputer sains tingkat nasional.

Prestasi lainnya yaitu juara II National Innovation Project Institut Teknologi Surabaya (ITS) kategori rekayasa tekologi tingkat nasional.

Ia juga pernah meraih juara III tingkat nasional Olimpiade Indonesia Science Project 2021 kategori rekayasa teknologi.

Baca juga: Sosok Tiga Polwan Alumni Akpol Punya Karir Cemerlang di Polri, Masih Muda Sudah Jabat Kapolres

Sejak dulu, Naufal selalu bercita-cita menjadi polisi.

Terbukti ini ketiga kalinya Naufal mengikuti seleksi di Akpol.

Dua kali mendaftar tahun sebelumnya, Naufal selalu gagal.

Meski dua kali gagal, Naufal tak pernah putus asa. Ia terus mencoba hingga ketiga kalinya.

“Ini ketiga kalinya. Tahun pertama dan kedua saya gugur di tingkat panda. Mungkin karena jasmani saya kurang,” ujar Naufal, Kamis (25/7/2024).

Naufal merupakan catar asal Bogor, Jawa Barat.

Semasa sekolah di SMA 3 Bogor, Jawa Barat (Jabar) kerap menyabet juara dalam ajang lomba sains.

Dia bercita-cita menciptakan teknologi yang membantu tugas-tugas kepolisian dalam melayani masyarakat.

Salah satunya drone untuk mendistribusikan obat dan barang-barang ke wilayah tertinggal, terdepan dan terluar.

Naufal sedari kecil hendak menjadi seorang ilmuwan.

Namun beranjak remaja, dia menilai manfaat dari kemampuannya harus dirasakan masyarakat luas.

Karena tugas-tugas kepolisian bersentuhan langsung dengan masyarakat luas, maka dia memilih ikut seleksi Akpol.

Dia semakin tertarik masuk Akpol karena mendengar informasi seorang polisi difasilitasi oleh institusi untuk mengembangkan bakatnya dalam pembinaan karier.

“Cita-cita pertama sebagai ilmuwan, semakin ke sini saya merasa Polri lingkupnya nasional. Jadi kalau saya menciptakan sesuatu untuk membantu pelayanan atau operasi Polri, maka akan membantu masyarakat juga,” tutur Naufal.

“Kalau jadi polisi masih bisa menjadi ilmuwan juga, yang saya dengar masuk kedinasan itu bisa tetap melanjutkan studi dan mengembangkan diri sesuai keahlian kita, beasiswa juga banyak terbuka,” imbuh Naufal.

Bersaing Dua Anak Jenderal 

Dua anak jenderal dan dua anak polisi berpangkat Kombes lolos seleksi Pantukhir Daerah Akademi Kepolisian (Akpol) 2024.

Keempatnya Timothy Abishai Silitonga, Andhika Thariq Siraj Simatupang, Raphael Jonathan Quinn Napiun, Narendra Darma Salman Soumena.

Mereka berasal dari daerah berbeda.

Timothy Abishai Silitonga berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia anak dari Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga Kapolda NTT.

Sementara tiga orang lainnya berasal dari lulusan Pantukhir Daerah Akademi Kepolisian (Akpol) 2024 Tingkat Provinsi Maluku.

Mereka merupakan anak pejabat Polda.

Andhika Thariq Siraj Simatupang berada peringkat pertama.

Ia merupakan anak dari Karo SDM Polda Maluku, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang.

Peringkat dua yaitu Raphael Jonathan Quinn Napiun merupakan anak Wakapolda Maluku, Brigjen Stephen M Napiun.

Peringkat ketiga yaitu Narendra Darma Salman Soumena.

Ia anak dari Dirkrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Hujra Soumena.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Areis Aminullah saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

 Dikatakan, para lulusan Pantokhir Daerah itu akan lanjut seleksi di Polri.

"Benar itu peringkat daerah, masih tes lagi di Pusat," ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/7/2024).

Kabid Humas memastikan bahwa penerimaan anggota Polri baik itu Akpol, Bintara maupun Tamtama dilakukan berdasarkan tahapan dan prosedur yang sudah ditentukan.

Selain itu, pada setiap tahapan panitia seleksi melibatkan pengawas dari internal dan eksternal.

"Peneriman AKPOL, Bintara dan Tantama melalui seleksi dan tahapan sesuai dengan prosedur dan di setiap tahapan seleksi atau test panitia melibatkan pengawas dari internal (Propam) dan eksternal (LSM, Dinas Pendidikan dan Olahraga, Dukcapil, Perwakilan Media)," kata Areis.

Lanjutnya, hasil seleksi juga dibuka secara transparan, para peserta bisa melihat skor nilai yang mereka raih.

"Pelaksanaan dan hasil atau penilaian tes transparan dan langsung bisa dilihat semua peserta," jelasnya.

Adapun peserta yang lolos disetiap tahapan akan berlanjut ke tahapan berikutnya.

"Bagi peserta yang nilainya memenuhi persyaratan akan melanjutkan tes berikutnya sampai selesai," tutupnya. 

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved