Banjir Luwu
Walhi Bongkar Penyebab Luwu Jadi Daerah Langganan Banjir dan Longsor
BPBD Luwu mencatat, ada 500 KK terdampak banjir yang meliputi Kecamatan Larompong, Bua Ponrang, Ponrang Selatan, Suli Barat, dan Suli.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
Menurut Rahmat, sejumlah aktivitas ekstarktif yang terus dilakukan di wilayah penyangga pegunungan Latimojong memperparah banjir-longsor yang terjadi di sejumlah kabupaten termasuk Luwu.
"Termasuk Enrekang, Sidrap, dan Wajo. Pasalnya, di sekitar kawasan penyangga pegunungan Latimojong terdapat wilayah pertambangan emas milik PT Masmindo Dwi Area dan beberapa aliran sungai di sekitarnya juga dibebani oleh izin pertambangan pasir sungai atau galian golongan C," akunya.
Kondisi ini, sambung Rahmat, semakin diperparah dengan jenis tanah di sekitar yang masuk dalam kategori tanah andosol dan latosol yang sangat rentan erosi utamanya ketika musim penghujan tiba.
"Maka dari itu, secara umum kajian yang kami lakukan menunjukkan bahwa daya dukung dan daya tampung air Gunung Latimojong telah menurun beberapa tahun terakhir seiring dengan kegiatan perusahaan itu maupun tambang ilegal. Beberapa kali juga Luwu menjadi korban banjir dan tanah longsor saat musim hujan tiba," terangnya.
Menurutnya, Walhi Sulsel memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menghadapi banjir-longsorn yang marak terjadi di Luwu belakangan ini.
Termasuk melakukan revisi peraturan terkait pemanfaatan Rencana Tata Tuang Tata Wilayah (TRTW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dan Rancana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
"Hal ini dikarenakan dalam analisis kami, ada banyak kawasan yang rentang terhadap bencana banjir dan longsor justru diberikan izin pertambangan," ujar Rahmat.
Rahmat menambahkan, perspektif dan model mitigasi bencana harus diubah dan disusun menggunakan pendekatan bentang alam.
Baik penyelesaian di tingkat DAS maupun di kawasan esensial.
"Mengubah perspektif dan model mitigasi serta penanggulangan bencana. Dari bencana ini, kami melihat bahwa sudah saatnya pemerintah tidak menyelesaikan persoalan ini secara kaku atau dibatasi wilayah administratif," tandasnya.
Serta, kata Rahmat, pemerintah setempat haus memberikan edukasi yang melibatkan masyarakat secara bermakna.
Dengan maksud, menyusun serta merumuskan upaya mitigasi dan penanggulangan secara bersama-sama.
"Terakhir, Gubernur Sulawesi Selatan harus tegas menindak aktivitas pertambangan yang berada di kawasan inti dan penyangga pegunungan Latimojong," tutupnya.
Laporan Jurnalis Tribun Timur Muh Sauki Maulana
| Suli, Suli Barat dan Bua Jadi Titik Rawan Banjir Terbanyak di Luwu |
|
|---|
| 5 Bendung Rusak di Luwu, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam |
|
|---|
| Banjir Rendam 55 Rumah Warga di Walenrang Timur Luwu |
|
|---|
| Banjir Tutup Jalan Poros Makassar–Palopo di Larompong Selama 2 Jam |
|
|---|
| 5 Kali Cappie Luwu Terendam di Mei 2025, Jalan Rusak dan Sungai Makin Dangkal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/saaa-4ukii.jpg)