Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Luwu

6 Sekolah Terdampak Banjir Luwu, Kerugian Ditaksir Rp450 Juta

Dinas Pendidikan Luwu merincikan, ada dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan empat Sekolah Dasar (SD) yang ikut terdampak.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Kolase Tribun-Timur.com
Kondisi MTS 1 Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pasca banjir. Endapan lumpur penuhi ruang kelas.   

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Hujan berjam-jam membuat beberapa lokasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan terendam banjir.

Tak hanya permukiman warga, banjir juga merendam fasilitas umum seperti sekolah.

Dinas Pendidikan Luwu merincikan, ada dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan empat Sekolah Dasar (SD) yang ikut terdampak.

"Untuk SMP ada dua sekolah. Pertama SMP 1 Suli terdapat sedimen lumpur yang masuk ke sekolah. Pada saat kejadian, air banjir mencapai ketinggian setengah meter. Kemudian SMP 1 Larompong, terdaoat pagar yang roboh," jelas Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Andi Palanggi kepada Tribunluwu.com, Rabu (17/7/2024).

Sementara untuk bangunan SD yang terendam, sambung Andi Palanggi, kebanyakan terjadi di Kecamatan Suli dan Suli Barat

"Pertama SD Kombong Suli terendam pada saat kejadian, tidak ada kerugian. Kedua SD Lempokassi terendam pada saat kejadian, kerugian tidak ada. Selanjutnya SD Buntu Barana Suli Barat juga terendam pada saat kejadian, kerugian tidak ada. Dan terakhir, Sd Keppe Larompong juga  terendam pada saat kejadian," bebernya.

Andi Palanggi menambahkan, aktivitas belajar mengajar dan Masa Pengenalan Siswa Baru (MPLS) sempat terganggu karena luapan banjir yang masuk ke dalam sekolah.

"Tindakan preventif kita waktu itu, menyampaikan peserta didik pada saat kejadian untuk belajar dirumah. Namun hari ini sudah di sampaikan kembali untuk mengikuti kegiatan seperti sebelumnya," terangnya.

Dinas Pendidikan Luwu mencatatat, kerugian materil bagi sekolah yang terdampak pasca banjir sekitar Rp450 juta.

"Kami lakukan pendataan dulu. Baru dilaporkan ke BPBD, kita rencanakan untuk diperbaiki anggaran 2025 pokok," ujarnya.

Tanggul Jebol, Rumah Rusman di Buntu Matabing Luwu Sulsel Nyaris Hanyut Terbawa Banjir

Rumah milik pasangan suami istri Rusman (45) dan Muliati (44) di Dusun Tarere, Desa Buntu Matabing, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan nyaris hanyut terbawa banjir.

Rumah milik pasangan suami istri Rusman (45) dan Muliati (44) di Dusun Tarere, Desa Buntu Matabing, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, nyaris hanyut terbawa banjir, Selasa (16/7/2024).
Rumah milik pasangan suami istri Rusman (45) dan Muliati (44) di Dusun Tarere, Desa Buntu Matabing, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, nyaris hanyut terbawa banjir, Selasa (16/7/2024). (TRIBUN-TIMUR.COM/MUH SAUKI MAULANA)

Tanggul sepanjang 10 meter yang berada tepat di belakang rumahnya itu ambruk diterjang banjir, Selasa (16/7/2024) sekitar pukul 08.00 Wita.

Tiang penyangga rumah panggung milik Rusman yang terbuat dari material kayu, bergeser dari tempatnya semula.

"Tadi pagi. Bergeser sekitar 2 meter. Saya tinggal dua orang dengan suami," jelas Muliati saat ditemui Tribunluwu.com tak jauh dari rumahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved