Waspada Perubahan Cuaca! Suhu Dingin Berlangsung hingga Agustus, Penjelasan Lengkap BMKG
Kepala Stasiun Geofisika, Teguh Rahayu, mengatakan, suhu dingin terjadi lantaran memasuki masa puncak musim kemarau Juli sampai Agustus.
Fenomena suhu dingin ini secara empiris akan berlangsung hingga Agustus 2024.
Rahayu meminta masyarakat untuk tidak panik melihat fenomena ini, karena suhu dingin pada puncak musim kemarau adalah suatu fenomena yang wajar terjadi terutama untuk wilayah Indonesia di BBS.
"Kami imbau masyarakat menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama pada waktu malam hingga dini hari," katanya. (*)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diantisipasi saat musim dingin:
1. Hemat Air Tanah
Kondisi air sumur rumah tangga umumnya mengalami penurunan dan dapat terancam kekeringan pada musim kemarau.
Sebaiknya, kamu menghemat penggunaan air untuk kepentingan seperlunya saja dan hanya digunakan jika dianggap penting.
Debit air pada musim kemarau biasanya menurun, namun akan kembali pulih pada sekitar bulan November-Desember.
Curah hujan pada beberapa minggu pertama di musim penghujan juga tidak otomatis menaikkan debit air sumur, sehingga persediaan air yang cukup sangat dibutuhkan.
2. Minum air putih yang cukup
Proses evapotranspirasi, termasuk penguapan pada tubuh kita, berlangsung sangat cepat.
Hal ini menyebabkan kekuarangan cairan tubuh.
Sehingga, kamu perlu memperbanyak minum air putih dan menghindari berada di bawah terik matahari dalam waktu lama.
Penyakit yang bisa muncul setelah dehidrasi adalah sariawan dan panas dalam.
Selain manusia dan hewan, tanaman juga mudah mengalami kekeringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ilustrasi-cuaca-dingin-65.jpg)