Kasus DBD Bulukumba
Total 267 Pasien DBD di Bulukumba, 6 Pasien Dirawat di RSUD Sulthan Dg Radja
" Masih ada enam orang yang menjalani perawatan di RSU," kata Direktur RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, dr Rizal
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNBULUKUMBA.COM,UJUNG BULU- Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bulukumba, Sulawesi Selatan menetapkan daerah tersebut sebagai Darurat Demam Berdarah Dengue (DBD).
Penetapan tersebut sejak Januari-Juli tahun 2024 ini.
Total penderita DBD di Bulukumba sebanyak 267 orang.
Sebagian besar telah sembuh dari penyakit tersebut.
Saat ini masih tersisa enam orang yang masih menjalani perawatan.
" Masih ada enam orang yang menjalani perawatan di RSU," kata Direktur RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba, dr Rizal kepada TribunBulukumba.com, Selasa (16/7/2024).
Dari total jumlah itu terdapat tiga orang meninggal dunia.
Dinas Kesehatan setempat telah melakukan kolaborasi bersama.
Kerjasama itu dengan melibatkan instansi lintas sektor.
Seperti melibatkan Dinas Pendidikan, tenaga guru pendidik agar mengedukasi para peserta didik terhadap potensi berkembanya nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu melibatan kader dan lintas sektor dalam kegiatan survey jentik di lapangan.
Termasuk meminta peranan pemerintah desa dan kelurahan agar menerapkan masyarakat hidup bersih.
Mengambil keputusan bersama tentang langkah-langkah konkret yang harus diambil dalam hal penganggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.
Dinkes juga aktif melibatkan masyarakat dalam upaya penanggulangan DBD.
Menerapkan kegiatan 3M plus di masyarakat dengan cara melakukan kerja bakti minimal sekali dalam sepekan secara berkesinambungan.
Sebelumnya pasien terbanyak dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah H. Sulthan Dg Radja Bulukumba.
Sebagian ada yang telah dirawat di puskesmas kecamatan.
Sedang daerah penyebarannya berasal dari sejumlah kecamatan.
Seperti asal Kecamatan Rilau Ale, Ujung Loe, Ujung Bulu, Bontotiro dan Kecamatan Rilau Ale.
Kepala Dinas Kesehatan, dr.Amrullah menyebut bahwa daerah yang potensial yakni wilayah pesisir Bulukumba.
Karena nyamuk aedes lebih mudah berkembang di daerah panas.
Para penderita DBD ini umumnya berasal dari anak-anak.
Nyamuk Aedes disebabkan karena saat ini Bulukumba sedang memasuki musim pancaroba.
Tidak menentunya cuaca tersebut mengakibatkan mudahnya nyamuk berkembang dan mengakibatkan warga jadi korban.
DBD atau Dengue Hemorrhagic Fever adalah penyakit menular yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue.
Jenis nyamuk Aedes lainnya seperti Aedes albopictus, Aedes polynesiensis, dan Aedes. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.