Pilwali Bekasi 2024
Elektablitas Pasha Ungu di Pilwali Bekasi Tertinggal, Tri Adhianto Belum Terkalahkan
Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI).
“Forum internal kami ini juga membahas hasil Rakernas V, yang menekankan pentingnya konsolidasi menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024,” tutupnya.
Sementara diketahui sebelumnya, Tri Adhianto optimis dirinya terpilih menjadi Wali Kota Bekasi periode 2024 - 2029 melalui sistem Pilkada.
Walaupun upaya mendapatkan kursi jabatan per lima tahun itu tidak mudah.
Sebab pria yang juga ketua Koni Kota Bekasi itu perlu melewati tahapan awal penilaian elektabilitas terlebih dahulu dari internal partai dengan bersaing dengan politikus senior, Mochtar Mohammad (M2).
“100 persen, pokoknya kami punya keyakinan termasuk optimis menang di Pilkada 2024,” kata Tri Adianto, Minggu lalu, 23 Juni 2024.
Survei LKPI
Sebelumnya diberitakan bahwa menjelang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, tingkat popularitas mantan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad masih berada di bawah Tri Adhianto.
Demikian setidaknya hasil survei sementara yang dilakukan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) terkait sejumlah Bakal Calon Wali Kota (Bacawalkot) Bekasi.
Direktur Eksekutif LKPI Togu Lubis mengatakan survei tersebut berdasarkan hasil penelitian awal melalui media online dan elektronik dengan nama kandidat Tri Adhianto, Ade Puspitasari, Heri Koswara, Gus Sholihin, Nofel Saleh Hilabi, Mochtar Mohamad, Sigit Purnomo (Pasha Ungu).
Penelitian ini dilakukan uji Preferensi Publik terhadap masyarakat kota Bekasi sejak 3 -14 Mei 2024 dengan memilih survei kepada 1800 warga Kota Bekasi yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Kemudian penarikan sample yang diuji LKPI mengunakan metode multistage random sampling dengan tersebar secara proposional di 56 kelurahan di Kota Bekasi.
“Hasil survei ini memiliki Margin of Error 2,3 persen dengan Tingkat kepercayaan 95 persen," kata Togu Rabu, 29 Mei 2024.
Togu memaparkan hasil dari temuan survei menunjukan tingkat popularitas Tri Adhianto paling dikenal oleh warga kota Bekasi dengan nilai 88,2 persen, disusul Ade Puspitasari 56,2 persen , Heri Koswara 54,2 persen, Sigit Purnomo 50,2 persen, Mochtar Mohamad 47,2 persen, Gus Sholihin 30,2 persen, dan Nofel Saleh Hilabi 28,6 persen.
Dilanjut dari tingkat akseptabilitas atau penerimaan publik terhadap Bacawalkot Bekasi yang menduduki urutan pertama kembali nama Tri Adhianto.
“Tri Adhianto dengan nilai 87,8 persen, Heri Koswara 51,7 persen, Ade Puspitasari 50,9 persen, Sigit Purnomo 45,9 persen, Mochtar Mohamad 40,2 persen, Gus Sholihin 28,9 persen, dan Nofel Saleh Hilabi 26,4 persen,” paparnya.
Elektabilitas Calon Wali Kota Bekasi versi SMRC dan LKPI: Jagoan PDIP Terkuat, Pasha Ungu Tertinggal |
![]() |
---|
Mengenal Nofel Calon Wali Kota Bekasi Bernazar Tak Ambil Gaji Jika Terpilih, Bukan Orang Sembarangan |
![]() |
---|
PKB - Gerindra Koalisi di Pilkada Bekasi 2024, Ini Daftar Nama Calon Wali Kota Usungan |
![]() |
---|
Wacana Kaesang Maju di Pilkada Bekasi Menguat, Putra Jokowi Didorong Relawan Prabowo |
![]() |
---|
Kunci Kemenangan Kaesang Ketum PSI di Pilkada Bekasi Diungkap Pengamat, Bukan Pengaruh Jokowi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.