Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Sidrap

BPBD Sidrap Evakuasi 34 Warga Sempat Terjebak Banjir

Sebanyak 718 rumah warga di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir.

Tayang:
Tribun-timur.com
Proses petugas BPBD Sidrap saat mengevakuasi warga yang terjebak banjir. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP - Sebanyak 718 rumah warga di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir.

BPBD Sidrap juga melaporkan sebanyak 34 warga yang telah dievakuasi dikarenakan terjebak banjir.

34 warga tersebut merupakan warga Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Sidrap.

"Semalam itu ada 34 warga yang dievakuasi. Sempat terjebak banjir di rumahnya," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sidrap, Suardi kepada Tribun-Timur.com, Kamis (4/7/2024).

Suardi mengungkapkan, warga yang dievakuasi tersebut saat ini sudah mengungsi di rumah keluarga masing-masing yang tidak terdampak banjir.

"Ada yang mengungsi di rumah keluarganya, ada 4 orang juga yang mengungsi pengungsian BPBD," ujarnya.

Dia mengutarakan, di Kelurahan Wala sebanyak 118 rumah warga dan satu gedung sekolah dasar (SD) yang terendam banjir.

Suardi menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah jiwa yang terdampak banjir.

"Kami masih mendata warga terdampak. Kalau di Kelurahan Wala itu ada 118 rumah warga yang terendam, satu SDN 2 Pangkajene," ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : 6 Kecamatan di Sidrap Sulsel Diterjang Banjir

Total 718 rumah warga di Sidrap Terendam Banjir

Dari assessment sementara BPBD Sidrap sebanyak 718 rumah warga terendam dengan ketinggian banjir hingga satu meter.

Tak hanya itu, sejumlah gedung sekolah, fasilitas kesehatan hingga fasilitas pemerintahan juga ikut terendam.

Kepala BPBD Sidrap, Sudarmin mengatakan, wilayah terparah yang terdampak banjir berada di Desa Aka-akae, Kecamatan Watang Sidenreng.

Di wilayah tersebut kata dia, sebanyak 200 unit rumah warga terendam banjir.

"Kalau paling terdampak di Kecamatan Watang Sidenreng, di Desa Aka-akae ada 200 rumah warga tergenang dan Kelurahan Kanyuara 100 rumah," katanya, Kamis (4/7/2024).

Sudarmin mengungkapkan, di enam kecamatan yang terdampak itu juga sebanyak sembilan gedung sekolah yang ikut terendam.

Tak hanya itu, terdapat satu tanggul rusak diterjang banjir berada di Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang.

"Kurang lebih sembilan sekolah yang ikut terendam, ada tanggul di Kelurahan Rappang dengan kerusakan 17 meter," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Poros Soppeng-Wajo Sulsel Terendam Banjir, Motor-Mobil Tak Bisa Lewat Marossa

Dia menambahkan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke Pj Bupati Sidrap, BPBD Sulsel hingga ke BNPB.

"Kami sudah laporkan. Sementara ini kami masih melakukan assessment dan langkah-langkah penanggulangan lainnya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir melanda enam kecamatan di Sidrap terjadi pada Kamis (4/7/2024) sekitar pukul 02.45 Wita.

Enam kecamatan yang terdampak banjir diantaranya, Kecamatan Maritengngae, Tellu Limpoe, Baranti, Panca Rijang, Dua Pitue dan Kecamatan Watang Sidenreng.

Banjir terjadi dikarenakan tingginya intensitas hujan yang melanda Sidrap.

Ketinggian air mencapai satu meter yang menggenangi rumah-rumah warga, sehingga pihak BPBD sempat melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir.

"Ketinggiannya kurang lebih satu meter, kejadiannya dini hari jadi ada beberapa warga yang sempat terjebak di Kelurahan Wala Kecamatan Maritengngae, sudah kami evakuasi," ungkap Sudarmin.

Hingga kini, BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa atas bencana hidrometeorologi itu. Kondisi banjir saat ini juga perlahan mulai surut.

"Belum ada laporan korban jiwa. Kalau kondisi sekarang sudah mulai surut," tandas Sudarmin. (*)

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com : Rachmat Ariadi

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved