Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Buku Warungta: Aplikasi Akuntansi Android untuk Pengembangan Ekonomi Syariah

Salah satu inovasi yang muncul dari perkembangan ini adalah aplikasi akuntansi berbasis Android yang dirancang khusus untuk mendukung sistem ekonomi

Editor: Sudirman
zoom-inlihat foto Buku Warungta: Aplikasi Akuntansi Android untuk Pengembangan Ekonomi Syariah
Ist
Yusri Karmila, Mahasiswa Doktor Dirasah Islamiyah Konsentrasi Ekonomi Islam dan IndustrI Halal

Yusri Karmila

Mahasiswa Doktor Dirasah Islamiyah Konsentrasi Ekonomi Islam dan IndustrI Halal

Di era digital saat ini, teknologi mobile telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Penggunaan smartphone dan aplikasi mobile telah merambah berbagai sektor, termasuk sektor ekonomi syariah.

Salah satu inovasi yang muncul dari perkembangan ini adalah aplikasi akuntansi berbasis Android yang dirancang khusus untuk mendukung sistem ekonomi syariah.

Kehadiran aplikasi "Buku Warungta" sebagai alat pintar berbasis Android untuk mengelola keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan Download Aplikasi "Buku Warungta" pada Play Store.

Aplikasi tersebut dapat menghasilkan laporan keuangan secara otomatis, termasuk laporan laba rugi yang terkoneksi pada pemotongan Tari Pajak 0,5 persen, Zakat 2,5 persen dan laporan posisi keuangan.

Pada laporan tersebut, pelaku UMKM dapat dengan mudah memantau kinerja keuangan bisnis.

Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah Islam, yang mengedepankan keadilan, transparansi, dan kesetaraan.

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan ekonomi syariah adalah bagaimana menjaga transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan.

Di era digital ini, teknologi memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan tersebut.

Salah satu inovasi teknologi yang dapat mendukung pengembangan ekonomi syariah adalah aplikasi akuntansi Buku Warungta.

Aplikasi Buku Warungta menyediakan solusi akuntansi yang praktis dan efisien bagi para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Namun, banyak dari UMKM ini belum memiliki sistem akuntansi yang terstruktur, yang sering kali mengakibatkan ketidakakuratan dalam pencatatan keuangan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved