Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Krisis Air Bersih, Warga Maros Sulsel Terpaksa Mandi Air Tercemar Sampah Plastik

Krisis air bersih mulai dirasakan warga Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel. Saat ini warga di Dusun Panaikang, Desa Pajukukang,

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/NURUL HIDAYAH
Sumur tadah hujan yang digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel, sebagaimana diabadikan, Jumat (21/6/2024). 

MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Krisis air bersih mulai dirasakan warga Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel.

Saat ini warga di Dusun Panaikang, Desa Pajukukang, harus mengandalkan sumur tadah hujan.

Salah satu warga, Hasna pada, Jumat (21/6/2024), mengatakan, air sumur tadah hujan ini pun digunakan untuk mandi dan mencuci.

Sementara untuk minum dan memasak menggunakan air galon.

“Untuk mencuci dan lainnya itu di sini. Tapi untuk minumnya kami beli air galon atau air hujan,” katanya.

Saat ini pun air sumur tadah hujan juga mulai menipis.

Sebab banyak juga warga yang menggunakan sambungan pipa

“Paling tidak sampai sebulan lagi airnya akan habis,” tuturnya.

Bahkan saat ini airnya mulai tercemar sampah plastik.

Mereka pun mengaku kerap mengalami gatal-gatal.

“Tapi mau bagaimana lagi, kalau beli harus keluar banyak biaya,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini harga air sekitar Rp25 ribu untuk satu tandon.

“Rp25 ribu per tandon tapi bukan air tangki, kalau (mobil) tangki bisanya sekitar Rp100 ribu,” tutupnya.

Bahkan ada juga warga yang terpaksa mengambil air dari empang.

Halima mengaku, pada pagi dan sore ia harus memilih empang yang airnya tidak asin.

Makanya iapun berharap pemerintah bisa menuntaskan permasalahan yang menahun ini.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved