Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Danny Pomanto Kerahkan Inspektorat Cari Ketua RT/RW yang Ambil Uang Sampah di Makassar

"Diproses oleh Inspektorat. Baru saya tahu itu Pj RT/RW yang tilep uang sampah," ungkap Danny

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Wali Kota Makassar Danny Pomanto. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengungkap ada oknum Pj Ketua RT/RW di Kota Makassar yang menilep uang sampah

Danny menyampaikan dugaan penyelewengan tersebut sedang diproses di inspektorat

"Diproses oleh Inspektorat. Baru saya tahu itu Pj RT/RW yang tilep uang sampah," ungkap Danny ditemui di kediamannya Jl Amirullah, Kamis (20/6/2024).

Danny menyampaikan, ia mengetahui masalah itu setelah mendapat laporan dari camat. 

Hal itu mencuat saat dirinya meminta data terkait kesiapan pengoperasian armada sampah listrik yang akan ditempatkan di RT/RW.

Penyelewengan retribusi sampah ini diduga terjadi di Kecamatan Tamalanrea. 

"Camatnya yang laporkan. Saya kan awalnya minta laporan terkait kesiapan pengoperasian armada tiga roda listrik untuk angkut sampah. Kita akan sempurnakan karena berbasis RT/RW," ujarnya. 

Sehubungan dengan hal tersebut, Danny juga akan mengevaluasi kinerja Pj Ketua RT/RW.

Ia mendapat banyak laporan terkait adanya Ketua RT/RW yang sudah tidak aktif, kinerjanya rendah, sementara insentifnya terus mengalir. 

Dikonfirmasi terpisah, Camat Biringkanaya, Juliaman mengatakan memang ada beberapa Pj RT/RW di wilayahnya yang sudah non aktif dengan alasan beragam. 

“Ada yang meninggal, mengundurkan diri karena alasan pekerjaan. Ada yang tidak aktif, jarang komunikasi dan bertemu dengan warganya serta pemeritnah setempat. Itu semua akan jadi bahan evaluasi untuk kami usulkan agar diganti,” kata Juliaman saat dihubungi BKM, kemarin.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Panakkukang, tercatat sekitar 80 hingga 90 Pj RT/RW yang non aktif.

Camat Panakkukang, Ari Fadly mengatakan ada beberapa alasan sehingga puluhan Pj RT/RW tersebut tidak lagi non aktif. 

Karena sakit, sudah meninggal, pindah domisili, dan ada juga yang sengaja mengundurkan diri karena harus bertugas atau pindah domisili di daerah lain.

“Hampir 80 sampai 90-AN. Tapi itu juga sudah akumulasi dari 2023 lalu,” kata Ari fadly.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved