Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perayaan Dharmasanti Waisak se-Sulselbar 2024 di Parepare Sukses Digelar

Perayaan Dharmasanti Waisak sebagai bagian penting untuk menciptakan saling menghormati, menghargai dan menciptakan perdamaian.

Istimewa
(kiri ke kanan) Kakanwil Kemenag Kota Parepare, Pembimas Buddha Sulbar, Pembimas Buddha Sulsel, Rektor IAIN Parepare, Kakanwil Kemenag Sulsel, Ketua Bidang Luar Negeri STI, Pj. Walikota Parepare diwakili Kepala Badan Kesbangpol, dan Ketua Panitia Dharmasanti Waisak se-Sulselbar Tahun 2024 BE. / 2024 M. di Auditorium IAIN Parepare pada Minggu (09 Juni 2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Waisak adalah milik kita semua dan milik kita bersama. Esensi dari tiga peristiwa yang diperingati saat Waisak, bercerita tentang: kelahiran karena kita terlahir, pencerahan Agung adalah prestasi yang bisa dicapai, dan prestasi apapun yang dapat kita capai dalam kehidupan kita pada saatnya kita juga akan meninggal.

Kelahiran adalah awal dari persoalan. Semua kesulitan dan persoalan dalam hidup diawali oleh kelahiran.

Jika kita tidak bisa mengelola hidup ini dengan baik, kita tidak hanya menjadi objek persoalan. Tetapi dapat menjadi sumber persoalan. Karena hidup dan persoalan adalah satu paket.

Pencapaian pencerahan Agung adalah obat dari persoalan hidup. Untuk itu, kita hendaknya menyempurnakan kebajikan.

Mari, berbuat kebajikan untuk membangun nilai-nilai luhur. Karena kebajikan yang dilakukan dalam hidup, itulah yang akan menjadi bekal kita dalam kehidupan selanjutnya.

Demikian Hikmah Waisak yang dibawakan Wakil Ketua Dewan Sesepuh / Upa Theranayaka Sangha Theravada Indonesia (STI) YM. Bhikkhu Saddhaviro Mahathera pada Dharmasanti Waisak se-Sulselbar Tahun 2568 BE. / 2024 M.

dharmasanti waisak-2
Suasana perayaan Dharmasanti Waisak se-Sulselbar Tahun 2024 BE. / 2024 M. di Auditorium IAIN Parepare pada Minggu (9/6/2024).

Dharmasanti Waisak bertema "Memperkokoh Persatuan dalam Keberagaman" ini berlangsung di Gedung Auditorium Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare pada Minggu (9/6/2024)

Dharmasanti Waisak se-Sulselbar dihadiri: Penjabat Walikota Parepare diwakili Kepala Badan Kesbangpol H Rustan Asta, S E., M Si., Kakanwil Kementerian Agama Sulsel H. Muhammad Tonang, S.Ag., M.Ag., Rektor IAIN Parepare Prof Dr Kiyai Hannani, M.Ag., Pejabat Forkopimda Kota Parepare, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Sulsel Dr H Ali Yafid, S.Ag., M.Pd.I.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare H Fitriadi, S.Ag., M.Ag., Pembimas Buddha Sulsel Pandhit Amanvijaya, S.Ag., M.M., M.Pd.B., Pembimas Buddha Sulbar TS Haryanto, S.Ag., Ketua FKUB Kota Parepare, Pemuka Agama dan Pimpinan Organisasi Keagamaan.

Para Bhikkhu STI yang hadir mendampingi YM. Bhikkhu Saddhaviro Mahathera adalah: Ketua Bidang Luar Negeri / Upa Sanghanayaka YM. Bhikkhu Cittagutto Mahathera, YM. Bhikkhu Appamatto Mahathera, YM. Bhikkhu Dhammamitto Thera, dan YM. Bhikkhu Dhiramano.

Harir pula, Ketua Panitia Dharmasanti Waisak se-Sulselbar Tahun 2568 BE. / 2024 M. Peter, S.Kom., pengurus berbagai vihara dan organisasi buddhis serta 400 orang umat Buddha yang hadir dari berbagai daerah di Sulsel dan Sulbar.

Kakanwil Kementerian Agama dalam sambutannya, mengatakan Waisak sebagai momentum untuk menebar pesan perdamaian dan kedamaian dalam kehidupan keseharian. Kemenag selaku lokomotif penguatan moderasi beragama melihat Dharmasanti Waisak sebagai bagian penting untuk menciptakan saling menghormati, menghargai dan menciptakan perdamaian dalam kehidupan antar umat beragama dan antar warga masyarakat.

"Pesan-pesan Waisak menekankan praktik keseharian dalam kehidupan keluarga, keagamaan, dan kebangsaan agar tercipta keamanan, kedamaian, dan persatuan. Karenanya, mari kita jaga kerukunan dan hubungan baik sesama warga bangsa. Menjaga dan merawat keberagaman adalah kontribusi kita semua bagi bangsa dan negara Indonesia," kata Kakanwil.

Sementara itu, sambutan tertulis Pj Walikota Parepare dibacakan Kepala Kesbangpol.

Mengatakan, kegiatan Waisak tidak hanya menjadi refleksi bagi umat Buddha. Akan tetapi juga menjadi renungan nilai-nilai kebajikan, cinta kasih dan kedamaian yang diajarkan oleh Buddha tanpa memandang latar belakang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved