Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkada 2024

Anies Baswedan Bukan Satu-satunya Peserta Pilpres Lalu Ikut Pilkada Lagi

Anies Baswedan mengikuti jejak Agum Gumelar yang pernah bertarung di Pilpres dan kemudian maju di Pilkada serentak.

Tayang:
Editor: Alfian
Instagram @aniesbaswedan
Mantan calon presiden (capres) Anies Baswedan akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Daerah Khusus Jakarta (DKJ) 2024 atau Pilgub Jakarta 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Secara terbuka Anies Baswedan menyatakan bersedia kembali maju bertarung di Pilkada 2024 sebagai Calon Gubernur Jakarta.

Keputusan Anies Baswedan maju Pilgub Jakarta 2024 menjadi sorotan.

Banyak pihak menilai jika langkah politik Anies dengan maju di Pilgub Jakarta 2024 mengalami penurunan.

Pasalnya, Anies Baswedan beberapa bulan lalu masih berstatus sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024.

Namun tahukah kamu, Anies Baswedan bukan satu-satunya figur yang bertarung di Pilpres lantas kembali mencalonkan diri untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia.

Selain Anies Baswedan masih ada sosok lainnya yang dulunya ikut bertarung di Pilpres dan tak terpilih kemudian mencoba peruntungan di Pilkada.

Sebelum mengulik sosok yang dimaksud berikut disajikan dinamika tarik ulur Anies Baswedan maju kembali di Pilgub Jakarta 2024.

Anies Baswedan memenangkan Pilgub Jakarta 2017 saat berpasangan dengan Sandiaga Uno menumbangkan petahana Ahok - Djarot.

Masa periode kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta berakhir pada 2023 lalu.

Tak lama setelah itu, Nasdem mengajukan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden di gelanggang Pilpres 2024.

Anies Baswedan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar diusung koalisi perubahan Nasdem, PKS dan PKB.

Baca juga: Anies Baswedan vs Ridwan Kamil Mulai Memanas! Bandingkan Elektabilitasnya di Pilgub Jakarta 2024

Ada tiga paslon di Pilpres, Anies-Muhaimin menghadapi 2 calon lainnya yakni Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud.

Saat penghitungan suara, Anies dan Muhaimin hanya berada di urutan kedua dengan jumlah suara 40.971.906 atau 24,95 persen.

Prabowo-Gibran sebagai pemenang meraih suara 96.214.691 atau 58,59 persen.

Terkhusus di Jakarta, Anies juga menelan kekalahan dari Prabowo.

Suara Anies di Pilpres 2024 khusus Jakarta sebanyak 2.653.762 suara atau 41,07 persen, Prabowo 2.692.011 suara atau 41,67 % .

Kekalahan ini pun membuat banyak pihak menilai karier politik Anies Baswedan telah usai.

Tapi sejumlah pengamat berpendapat lain soal Anies maju kembali di Pilkada 2024.

"Kalau Anies tidak ingin lampunya padam, tentu Anis harus punya panggung. Supaya lampu Anies tidak redup, ya minimal jadi gubernur," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Meski demikian majunya Anies kembali sebagai Calon Gubernur Jakarta juga memiliki dampak negatif.

"Anies kalaupun menerima cagub Jakarta, ada kemungkinan hanya sebagai transisi untuk nyapres 2029," tutur Jamiludin. "Jabatan gubernur diperlukannya untuk menjaga popularitas dan elektabilitas agar tetap terjaga," tutur Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, berpendapat lain.

"Plusnya kalau menang, Anies punya potensi jadi calon presiden lagi di 2029. Kalau kalah ya sudah berhenti," ujarnya.

Didukung PKB dan Diincar PDIP, Anies Nyatakan Siap Maju Pilgub Jakarta 2024

Mantan calon presiden Anies Baswedan akhirnya mengumumkan siap maju calon Gubernur DKI Jakarta di pilkada serentak 2024.

Pengumuman itu menjawab teka teki rencana politik Anies Baswedan setelah kalah Pilpres 2024.

Sebelumnya sejumlah pihak menilai Anies Baswedan turun kelas jika maju Pilgub DKI Jakarta.

Meski demikian tidak sedikit yang turut mendukung Anies Baswedan bertarung periode kedua di ibukota.

Kini mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) era Jokowi-JK itu akhirnya mengumumkan diri siap maju Pilgub DKI Jakarta 2024.

Kesiapan maju itu disampaikan Anies Baswedan setelah menerima rekomendasi pengusungan dari DPW PKB DKI Jakarta, Kamis (13/6/2024).

“Karena itu saya sampaikan, bismillah kami bersiap untuk meneruskan ke periode ke dua,” ujar Anies di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2024).

Di sisi lain, ia enggan memberikan jawaban ketika ditanya progres komunikasi dengan Partai Nasdem.

Pasalnya, Nasdem yang juga mendukungnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 belum memberikan rekomendasi pengusungan padanya untuk Pilkada DKI Jakarta 2024.

“Seperti kebiasaan dulu saya di Jakarta, sesudah selesai baru saya umumkan. Sudah selesai baru sampaikan,” sebut dia.

Ia justru mengungkapkan komunikasinya dengan PDI-P berjalan lancar.

Anies mengaku punya kesamaan pandang dengan PDI-P untuk sama-sama memperbaiki Jakarta.

“Oh komunikasi intensif dengan teman-teman di PDI Perjuangan dan kami menghargai sekali kepercayaan yang disampaikan,” tuturnya.

“Kita menginginkan Jakarta yang maju, Jakarta yang setara, di mana yang lemah, yang kecil itu dibesarkan, yang lemah dikuatkan, dan itulah yang menjadi dasar kebersamaan,” imbuh dia.

Saat ini, ia telah mendapatkan mandat dari DPW PKB, DPW PKS, dan juga sudah direkomendasikan oleh DPD PDI-P DKI Jakarta untuk diusung menjadi bakal calon gubernur (bacagub).

Namun, pihak DPP ketiga partai politik (parpol) belum memberikan pengumuman secara resmi untuk mengusung Anies.

Anies Baswedan Ikut Jejak Agum Gumelar

Dalam kontestasi politik, terdengar aneh jika mantan calon presiden maju untuk pemilihan kepala daerah.

Padangan inilah yang dialamatkan kepada Anies Baswedan saat ini yang sudah mengumumkan bakal maju di Pilgub Jakarta 2024.

Tetapi siapa sangka, sebelumnya untuk kontestasi politik di Indonesia Anies bukan satu-satunya peserta Pilpres yang memilih turun kelas bertarung di Pilkada.

Sosok pertama yang bertarung di Pilkada tapi sebelumnya juga bertarung di Pilpres yakni Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar.

Pada Pilpres 2004 Agum Gumelar dicalonkan oleh PPP sebagai calon wakil presiden dengan Hamzah Haz sebagai calon presiden, di putaran pertama, pasangan itu meraih 3,01?ri total jumlah suara.

Mantan Menteri Pertahanan, Jenderal (purn) Agum Gumelar
Mantan Menteri Pertahanan, Jenderal (purn) Agum Gumelar (Youtube Kompas TV)

Pilpres 2004 dimenangkan Susilo Bambang Yudhoyono yang berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Empat tahun kemudian, Agum Gumelar memilih maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat.

Dalam Pilgub Jabar 2008, Agum Gumelar dicalonkan PDIP menjadi Gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Nu'man Abdul Hakim, tetapi berakhir dengan kegagalan.

Agum Gumelar kalah dari pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf.

Setelahnya karier politik Agum Gumelar meredup.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved