Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2024

Seberapa Ampuh Media Sosial 'Katrol' Elektabilitas Balon Gubernur Sulsel?

Para bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulse)l semakin gencar memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan elektabilitas mereka..

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Sukmawati Ibrahim
ERLAN/TRIBUN TIMUR
Suasana diskusi bertajuk gerakan elektoral berbasis konten di Lapak Kopi Abangda, Jl Letjen Hertasning, Makassar, Kamis (13/6/2024) sore. 

Anwar Abugaza, mengungkapkan bahwa konten media sosial hanya bersifat hiburan, inspiratif, dan informatif. 

Menurut Anwar, media sosial baru bisa memberikan efek elektoral ketika pemilih tidak memiliki pilihan lain.

"Konten sosial media itu hanya sifatnya hiburan, inspirasi, dan informatif. Hanya saja, dia bisa berefek elektoral ketika orang-orang mengonsumsi itu tidak memiliki pilihan lain," kata Anwar. 

Sebagai contoh, Anwar menyebut pasangan Prabowo-Gibran yang sangat dominan di kalangan Gen Z.

 "Generasi Gen Z tidak tersentuh langsung oleh kandidat capres-cawapres. Mereka tidak memiliki pilihan, akhirnya yang dikonsumsi di media sosial itulah yang mereka pilih," tambahnya.

Anwar juga menjelaskan soal fenomena di mana ada figur balon gubernur yang tidak aktif di media sosial.

Namun justru memiliki elektabilitas lebih tinggi dibandingkan figur aktif di media sosial

"Harus diingat, konten sosial media bisa menjadi penguat ketika kandidat turun ke lapangan. Jadi, konten yang dimuat para kandidat bisa diingat masyarakat ketika mereka bertemu langsung," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tingkat interaktivitas media sosial masyarakat di sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan masih tergolong rendah. 

"Interaktif bersosial media masyarakat di sejumlah kabupaten/kota di Sulsel masih tergolong rendah," ujarnya.

Anwar juga menyoroti potensi bahaya dari konten negatif di media sosial

"Yang berbahaya sebenarnya di sosial media adalah konten negatifnya. Satu saja konten negatif itu bisa membunuh 10 konten positif."

Pernyataan Anwar Abugaza ini memberikan perspektif tambahan terhadap peran media sosial dalam sosialisasi ke masyarakat.

Meskipun media sosial dapat membantu meningkatkan visibilitas dan mendukung kampanye, interaksi langsung dengan pemilih dan kehadiran di lapangan tetap menjadi kunci dalam meraih dukungan nyata. 

Sementara itu, para kandidat juga harus berhati-hati dengan konten negatif dapat merusak citra mereka di mata pemilih.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved