Telkom
Anak Usaha Telkom Gandeng Singtel Kembangkan Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut
SKKL akan menghubungkan Singapura dan Batam, Indonesia. SKKL ini berada dalam Konsorsium INSICA (Indonesia Singapore Cable System) baru dibentuk.

TRIBUN-TIMUR.COM - Anak perusahaan Telkom Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) dan Singtel mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman untuk mengembangkan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) baru.
SKKL akan menghubungkan Singapura dan Batam, Indonesia, berada dalam Konsorsium INSICA (Indonesia Singapore Cable System) yang baru dibentuk.
INSICA akan menghadirkan kabel bawah laut yang terdiri dari 24-pasangan serat optik dan dua jalur kabel darat beragam sehingga menawarkan kapasitas maksimum hingga 20 terabit per detik per pasangan serat optik.
Hal ini akan memberikan bandwidth unggul, konektivitas tanpa batas, dan keamanan jaringan yang kuat serta memungkinkan pembagian sumber daya dan skalabilitas efisien.
Jalur beragam baru disediakan oleh INSICA pun akan meningkatkan perlindungan dan keandalan jaringan serta memastikan data center beroperasi 24/ Juli 2024 tanpa gangguan.
Sistem kabel INSICA sepanjang 100 km ini akan mendukung lonjakan lalu lintas telekomunikasi data center antara Singapura dan Batam.
Sistm ini aka diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2026.
Baca juga: Dirut Telkom: Starlink Cocok di Daerah 3 T
“Di masa mendatang, pasar kabel bawah laut global siap untuk pertumbuhan yang belum pernah terjadi, menjadikan Batam dan Singapura sebagai lokasi utama untuk investasi data center. Kabel bawah laut INSICA akan memenuhi kebutuhan penting untuk interkonektivitas data center di antara lokasi-lokasi strategis utama ini,” kata Chief Executive Officer Telin, Budi Satria Dharma Purba via keterangan lengkap, Rabu (5/6/2024).
Vice President of Digital Infrastructure & Services Singtel, Ooi Seng Keat, menambahkan, Batam muncul sebagai lokasi utama untuk data center karena dekat dengan Singapura.
"Dengan sistem kabel ini, kami dapat meningkatkan konektivitas antara kedua negara untuk mendukung beban kerja AI dengan higher power density yang intensif dari enterprises dan perusahaan cloud," kata Singtel, Ooi Seng Keat.
"Pengembangan sistem kabel INSICA adalah langkah kami ambil dalam merancang hyper-connected ekosistem digital untuk memenuhi permintaan jangka panjang, untuk merealisasikan masa depan digital kawasan ini dan meningkatkan ekonomi regional," lanjutnya.
Sektor data center Asia Tenggara sedang mengalami pertumbuhan pesat didorong oleh kemajuan dalam AI, cloud computing, e-commerce, IoT, edge computing, dan 5G.
Pertumbuhan ini pun menarik gelombang investasi dari pemain yang sudah mapan maupun pendatang baru.
Konektivitas langsung antara data center pun akan mendukung penerapan teknologi-teknologi baru.
Seperti Internet of Things, robotika, AI, dan analitik data, yang memerlukan bandwidth tinggi dan latensi rendah untuk aplikasi skala komersial dan real-time. (*)
Minahasa Jadi Titik Sambung Kabel Internasional Asia Tenggara–Amerika Utara |
![]() |
---|
Telkom Perkuat Transformasi Digital dan Keberlanjutan di Usia ke-60 |
![]() |
---|
Dirut Telkom: Starlink Cocok di Daerah 3 T |
![]() |
---|
PT Telkom Regional 7 Sasar Industri Tambang di Bantaeng |
![]() |
---|
Selamat! Telkom Masuk Jajaran Forbes 2022 World’s Best Employer |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.