Pasca Longsor Luwu Sulsel, 30 Murid SD Tibussan Belajar di Rumah Kepala Sekolah
Proses belajar mengajar belum dilakukan di sekolah lantaran akses jalan yang masih terputus.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Siswa SD Tibussan-Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan masih belajar di luar sekolah.
Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Luwu, Adi mengatakan sekitar 60 siswa terpaksa menjalankan aktivitas belajar di tempat darurat.
"Sampai saat ini masih ada dua sekolah yang belajar di luar sekolah. Pertama SD Tibussan sekitar 30 siswa dia belajar di rumah kepala sekolah di Kecamatan Bajo," akunya, Selasa (4/6/2024).
"Begitu juga dengan SD Buntu Sarek sekitar 30 siswa juga saat ini proses belajar mengajar dipindahkan di Korwil Dinas Pendidikan di Kecamatan Bajo," tambahnya.
Tindakan ini diambil agar akses pelajaran untuk siswa tetap berlanjut pasca bencana tanah longsor yang menerjang Kecamatan Latimojong awal Mei lalu.
Baca juga: Warga Desa Lambanan Latimojong Trauma, Kades Keluhkan 9 Titik Longsor Belum Tersentuh Alat Berat
"Jadi semua dipindahkan proses belajar-mengajarnya. Alhamdulillah semua guru di dua sekolah ini selamat. Kami ambil langkah ini karena dalam waktu dekat ada ujian penaikan kelas," jelasnya.
Proses belajar mengajar belum dilakukan di sekolah lantaran akses jalan yang masih terputus.
"Apalagi SD Tibussan ini desa terujung Kecamatan Latimojong. Selain itu, kami menjaga keselamatan para murid dari longsor susulan," ujarnya.
Pihaknya sudah menyediakan buku pelajaran untuk siswa.
"Buku-bukunya sudah kita sediakan juga. Kita sudah drop ke dua lokasi tadi," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Andi Palanggi mengaku setidaknya ada 40 sekolah yang terdampak bencana.
"Sebanyak 15 rusak berat. Kami sudah data untuk rehab rekon. Kemudian 12 rusak ringan, 13 terdapat sedimen lumpur di sekolah. Jadi masuk-masuk hingga ke ruang kelas," tandasnya.
Ia meminta agar dilakukan kajian analisis kelayakan terhadap beberapa sekolah pasca tanah longsor di Kecamatan Latimojong.
"Ada beberapa sekolah juga butuh kajian analisis apakah masih layak dipakai. Kondisi masih bagus, tapi struktur tanah yang ada di bawah dan atas terjadi patahan yang berada di Latimojong," bebernya.
Baca juga: Hore, Jembatan Bailey Penghubung 6 Desa di Kecamatan Latimojong Luwu Bisa Digunakan
Rusaknya bangunan sekolah di Kecamatan Latimojong akibat tertimpa material longsor, membuat siswa harus numpang belajar di sekolah lain.
"Kemudian ada 18 orang siswa SMP Tibussan kita titip di SMP 1 Bajo. Kemudian ada beberapa siswa yang kami titipkan. Untuk SD Kaladi kita titipkan di Tondo Tanga," akunya.
Dinas pendidikan juga menyediakan kebutuhan siswa seperti baju sekolah dan alat tulis.
"Selain itu infocus (proyektor) yang akan digunakan di penampungan yang ada murid SD-nya," tutupnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Sauki Maulana
| Cuaca Ekstrem di Teluk Bone Sebabkan 8 Kapal Nelayan Asal Luwu Tenggelam |
|
|---|
| Nelayan Luwu Ditemukan Selamat Setelah Terjatuh dari Kapal saat Cuaca Buruk |
|
|---|
| Banjir Rendam 8 Desa di Luwu, 300 Rumah Terdampak, Jalur Trans Sulawesi Macet |
|
|---|
| Banjir Terjang Dua Desa dan Satu Kelurahan di Larompong Luwu, Air Keruh Bercampur Lumpur |
|
|---|
| Profil Komjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho Satu-satunya Jenderal Bintang 3 Non Akpol, Gelar Profesor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-siswa-SD-Tibussan-Luwu-belajar-di-rumah-kepala-sekolah.jpg)