Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

HMHI Sulsel Gelar Workshop: Penyandang Hemofilia Bisa Beraktivitas Normal

Hemofilia dikategotikan menjadi dua, yakni hemofilia A, disebabkan kekurangan faktor VIII dan hemofilia B, disebabkan kekurangan faktor IX.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Ina Maharani
Tribun/Rudi
Konsultan Hematologi Onkologi Anak FK Unhas, Dr dr Nadirah Rasyid Ridha, saat memaparkan materi di Talkshow hemofilia yang digelar HMHI Sulsel di Hotel Whiz Prime Sudirman, Makassar, Minggu (12/6/2024). Talkshow hemofilia dihadirkan dalam rangka Hari Hemofilia Sedunia yang diperingati setiap 17 April 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) Cabang Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Hemofilia Talkshow bertajuk “Hemofilia? Don’t Worry Be Happy”.

Kegiatan yang diikuti sekitar sekitar 150 penyandang dan keluarga hemofilia ini berlangsung di Hotel Whiz Prime Sudirman, Makassar, Minggu (12/6/2024).

Hadir sebagai pembicara Konsultan Hematologi Onkologi Anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr dr Nadirah Rasyid Ridha.

Talkshow ini membahas seputar hemofilia, tentang penanganan, pencegahan, dan dukungan semangat kepada hemofers (penyandang hemofilia).

Ketua HMHI Sulsel, Muhammad Akib Zain menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Hemofilia Sedunia yang diperingati setiap 17 April.

“Kegiatan talkshow ini dilaksanakan sebagai rangkaian World Hemophilia Day, karena kemarin momennya habis lebaran, jadi baru kita laksanakan,” jelasnya, saat ditemui Tribun-Timur.com.

Akib menuturkan, sasaran dari kegiatan talkhow yakni penyandang dan keluarga hemofilia.

Adapun tujuannya untuk memberikan edukasi tentang hemofilia agar penyakitnya dapat tertangani dengan baik.

Sebab, hemofilia merupakan salah satu penyakit langkah, dan akan berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.

“Salah tujuannya juga untuk memberikan semangat kepada teman-teman penyandang hemofilia dan keluarganya,” tutur Akib.

HMHI Sulsel sendiri mencatat, hingga saat ini terdapat 233 penyandang hemofilia di wilayah Sulsel dan sekitarnya.

Sementara itu, Konsultan Hematologi Onkologi Anak FK Unhas, Dr dr Nadirah Rasyid Ridha dalam materinya menjelaskan bahwa hemofilia merupakan salah satu penyakit pendarahan karena defisiensi faktor pembekuan darah yang bersifat herediter.

Hemofilia dikategotikan menjadi dua, yakni hemofilia A, disebabkan kekurangan faktor VIII dan hemofilia B, disebabkan kekurangan faktor IX.

“Hemofilia penyakit yang terjadi kekurangan atau tidak dibentuknya faktor pembekuan, dalam hal ini VIII dan IX. Penyandangnya (hemofilia) itu kurang atau sama sekali tidak ada, sehingga mudah mengalami pendarahan,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved