Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2024

Siap Berhadapan Danny dan Andi Sudirman, IAS Bocorkan Calon Wagub Sulsel

Baginya, membangun kekuatan politik yang kuat melibatkan pendekatan yang memperhitungkan tingkat elektoral kedua pasangan calon.

Tayang:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
Ist
Andi Sudirman, Danny Pomanto, dan Ilham Arief Sirajuddin. Tiga calon berpotensi diusung Gerindra di Pilgub Sulsel. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengungkapkan bahwa penentuan calon wakil gubernur (cawagub) sangat dipengaruhi oleh faktor elektoral. 

Menurutnya, penting untuk mempertimbangkan tingkat elektoral dari kedua pasangan, baik calon gubernur maupun wakil gubernur.

Ketika ditanya apakah sudah ada calon wakil pendampingnya di Pilgub Sulsel, IAS menyatakan bahwa nama-nama yang sudah muncul di survei menjadi pertimbangan utama. 

Baginya, membangun kekuatan politik yang kuat melibatkan pendekatan yang memperhitungkan tingkat elektoral kedua pasangan calon.

"Sebab membangun sebuah kekuatan besar itu kan pendekatannya adalah bagaimana kedua orang yang punya tingkat elektoral yang bagus bisa bersatu," kata Ilham Arief Sirajuddin kepada wartawan, Hotel Four Points by Sheraton, Minggu (5/5/2024) lalu.

IAS juga menegaskan pentingnya mempertimbangkan aspek geopolitik dan faktor-faktor lainnya dalam memilih calon wakil gubernur yang tepat. 

Di samping itu, masih banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, termasuk hasil survei yang sedang menunggu.

Menurut mantan Wali Kota Makassar dua periode itu, waktunya untuk mengumumkan calon wakil gubernur mungkin akan ada di pertengahan hingga akhir bulan Mei 2024.

Namun, tergantung pada hasil survei yang akan dilakukan. 

Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara semua pihak terlibat sangat penting dalam proses pemilihan calon wakil Gubernur Sulsel.

"Kira-kira pertengahan bulan lah. Pertengahan bulan mungkin sudah ada wacananya. Tapi kan komunikasi kita sangat bagus," tambahnya.

3 Calon Gubernur Sulsel Dampingi Muhaimin Iskandar di Makassar

Tiga bakal calon Gubernur Sulsel mendampingi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat berkunjung ke Kota Makassar.

Tiga bakal calon Gubernur Sulsel itu antara lain Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Kedua mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Ketiga mantan Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki.

PKB punya modal delapan kursi DPRD Sulsel.

Partai bentukan Gus Dur itu tampil jadi pemenang kelima Pemilu 2024 di Sulsel.

Adapun syarat pengusungan pasangan calon Gubernur calon wakil Gubernur Sulsel minimal 17 kursi.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, memberikan pembekalan kepada bakal calon kepala daerah (bacakada) yang mendaftar di PKB se-Sulawesi.

Acara pembekalan bagi bakal cakada berlangsung meriah di Hotel Four Points by Sheraton, Jl Andi Djemma, Pa'baeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Minggu (5/5/2024) pagi.

Tiga tokoh potensial Bakal Calon (Balon) Pilgub Sulsel, hadiri dalam pembekalan Bacakada se-Sulawesi.

Yakni Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dan mantan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki alias Panglima Ta'.

Ketiganya tampak duduk semeja saat Cak Imin memberi arahan selama satu jam.

Dalam sambutannya, Cak Imin mencatatkan bahwa sebanyak 230 bakal calon kepala daerah (bacakada) telah mendaftarkan diri melalui PKB, khusus wilayah Pulau Sulawesi. 

Pernyataan ini disampaikan Cak Imin sebagai bagian dari persiapan PKB menghadapi Pilkada Serentak 2024.

"Se-Sulawesi ini ada 230 bakal calon, yang itu semua menjadi tanggung jawab kita untuk mengusung dan sekaligus memenangkan Pilkada Serentak 2024," ujar Cak Imin.

Lebih lanjut, Cak Imin juga menegaskan pentingnya menguatkan otonomi daerah. 

Menurutnya, saatnya bagi para balon kepala daerah untuk mengambil peran dalam memperkuat otonomi daerah guna mendistribusikan beban kepemimpinan dan pembangunan secara merata.

Menurutnya, saatnya bagi para balon kepala daerah untuk mengambil peran dalam memperkuat otonomi daerah guna mendistribusikan beban kepemimpinan dan pembangunan secara merata.

"Sehingga beban kepemimpinan dan beban kesuksesan pembangunan daerah tidak lagi bertumpuk di pusat," ujarnya.

"Tetapi harus terdistribusi, sehingga keterlibatan, keikutsertaan, dan tanggung jawab beban pembangunan ini bisa lebih berhasil," tambahnya.

Keinginannya untuk memberdayakan daerah-daerah secara mandiri dalam mengelola pembangunan dan menjalankan pemerintahan. 

Dengan otonomi yang kuat, Cak Imin berharap agar daerah-daerah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat, serta meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan pembangunan.

Hadir pula dalam acara pembekalan Bacakada, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, Abdul Halim Iskandar.

Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, Sekretaris DPW PKB Sulsel Muhammad Haekal, hingga Ketua DPW PKB se-Sulawesi.

Berikut jadwal tahapan Pilkada 2024:

27 Februari-16 November 2024: Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan;

24 April-31 Mei 2024: Penyerahan daftar penduduk potensial pemilih;

5 Mei-19 Agustus 2024: Pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan;

31 Mei-23 September 2024: Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih;

24-26 Agustus 2024: Pengumuman pendaftaran pasangan calon;

27-29 Agustus 2024: Pendaftaran pasangan calon;

27 Agustus-21 September 2024: Penelitian persyaratan calon;

22 September 2024: Penetapan pasangan calon;

25 September-23 November 2024: Pelaksanaan kampanye;

27 November 2024: pelaksanaan Pemungutan suara;

27 November-16 Desember 2024: Penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved