Bone Dapat Bantuan 950 Titik Penerangan, Andi Islamuddin: Prioritas Jalan Poros
Tahun ini Kabupaten Bone dalat bantuan 950 titik penerangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Tahun ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memberikan bantuan penerangan 950 titik di Kabupaten Bone.
Pj Bupati Bone Andi Islamuddin mengatakan untuk pemasangan lampu jalan akan diprioritaskan dibeberapa titik, utamanya jalan poros.
Seperti poros Bajoe, poros Barebbo, poros Panyula-Palette,
"Ada beberapa titik itu, tetapi saya sudah menginstruksikan bahwa semua jalan poros ini harus diterangi, poros dari selatan minimal ya mulai dari tugu Taman Makam Pahlawan sampai batas kota kearah Sinjai," tuturnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Kamis (25/4/2024).
"Kemudian dari utara mulai dari batas kota sampai kota begitu juga ke Bajoe, kemudian kita lihat di kota dititik mana yang kita anggap butuh penerangan, seperti jalan masuk stadion kan gelap kita prioritaskan," lanjutnya.
Baca juga: Pj Gubernur Sulsel Bantu 950 Titik Penerangan di Bone
Terkait pemasangan lampu jalan di desa, pihaknya masih mempertimbangkan.
"Yang berskala prioritas yang kita jadikan target utama karena kalau ini kita coba langsung sebar secara menyeluruh di 327 desa itu tidak terasa dampaknya," ujarnya.
"Supaya dapat dirasakan oleh masyarakat yang akan masuk ke kota mereka bisa mengatakan, wih terangmi Bone, dari Panyula wih terangmi, dari Bajoe wih terangmi Bajoe," lanjutnya.
Pemasangan lampu jalan di poros masuk Kota Watampone akan dilaksanakan Mei 2024.
Sebelumnya, kondisi penerangan jalan di sejumlah desa di Kabupaten Bone memprihatikan.
Lampu jalan dilaporkan rusak hingga tak adanya tiang penerangan.
Jalan-jalan poros ini merupakan jalan di bawah kewenangan kabupaten di wilayah adminstrarif desa.
Kondisi ini disebut mengganggu aktivitas masyarakat.
Baca juga: Kapolda Sulsel Bantu Fasilitasi Pengadaan 260 Tiang Lampu Tenaga Surya ke Pemkab Bone
Selain rawan dengan masalah keamanan, minimnya penerangan jalan juga menghambat aktivitas ekonomi di malam hari.
Desa Taccipong, Kecamatan Amali, misalnya, jalan poros di desa tersebut dilaporkan gelap gulita jika malam hari.
Bola lampu banyak yang tidak berfungsi.
Ini membuat masyarakat was-was saat berkendara ditambah kondisi jalan yang rusak.
“Itu ada sekitar 3 km jalannya, ada tiangnya tapi lampunya banyak yang mati. Hanya empat yang menyala itupun remang-remang,” ujar Sekretaris Desa Taccipong, Ansar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pj-Bupati-Bone-Andi-Islamuddin-ki.jpg)