Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSBM 2024

Pengamat Ekonomi Sebut PSBM Perkuat Ekosistem Bisnis dan Industri di Sulsel

Diketahui, PSBM XXIV Tahun 2024 dilaksanakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu-Minggu (20-21/4/2024).

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
dok pribadi
Pengamat ekonomi bisnis Universitas Hasanuddin Andi M Nur Bau Massepe. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Ekonomi Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Andi M Nur Bau Massepe menilai Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) memberikan dampak positit bagi perekonomian di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Diketahui, PSBM XXIV Tahun 2024 dilaksanakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu-Minggu (20-21/4/2024).

Pertemuan ini diinisiasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) bersama Pemprov Sulsel, dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulsel.

Andi M Nur Bau Massepe mengatakan, kehadiran PSBM menjadi magnet dan memperkuat eksistensi para saudagar Bugis Makassar  yang di rantau untuk sharing ilmu, dan sharing jejaring bisnis.

“Setiap momentum PSBM kita perkuat lagi membangun ekosistem bisnis dan penguatan industri Sulawesi Selatan di pentas ekonomi regional,” katanya, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Sabtu (20/4/2024).

Menurutnya, hubungan Sudagar Bugis Makassar yang terjalin puluhan tahun mampu memperkuat jejaring bisnis di luar Sulawesi Selatan.

Seperti menjadi agen pemasaran bagi potensi bisnis yang ada di daerah, baik potensi sumber daya alam, sumber ekonomi baru seperti energi terbarukan, hilirisasi penelitian berbasis di perguruan tinggi agar dapat di terima di Industri. 

“Kehadiran platform jejaring Saudagar Bugis Makassar akan memudahkan semua itu, menghemat waktu, tidak ada lagi yang menjadi broker usaha, dan terus menerus dapat terakses informasi sesama komunitas bisnis,” jelasnya.

Andi M Nur Bau Massepe juga menyebut, PSBM mampu menginisiasi pola pendanaan dengan pola private equity, dan membentuk jejaring Private Equity. 

Private equity atau ekuitas swasta, kata dia, dikenal di dunia start up yang memungkinkan pendanaan atau permodalan UKM ataupun rintisan di danai oleh investor pribadi, dan institusi.

Seperti Venture Capital (Modal Ventura), investor basis perusahaan keluarga yang bukan berasal dari perbankan dan pasar modal. 

Tujuannya adalah memperkuat keberlangsungan usaha UKM dan perusahaan rintisan agar masuk ke fase berikutnya seperti fase pertumbuhan usaha, ekpansi, ataupun sebelum mereka melakukan penjualan saham di pasar modal (penawaran IPO, menjadi perusahaan terbuka). 

Kelebihan dari pola ekuitas swasta ini yakni pemodal biasanya ikut memikirkan usaha, dan terlibat dalam tata kelola, memperkuat akses pasar, dan memperbaiki tata Kelola. 

“Investasi mereka akan berkembang bila perusahaan itu bertumbuh dan profit. Ini sangat berbeda dengan perbankan, ada bunga, instalment, dan jaminan berupa asset. Tentu ini hanya berlaku bagi pemilik modal yang sudah paham akan industrinya, perlu juga dibuat perusahaan modal ventura yang bertindak sebagai fund manager, sehingga tidak terjebak dengan skema investasi bodong, bagi investor pemula,” jelasnya.

Organisasi pendanaan ini pun dinilai akan membantu saudagar-saudagar yang masih kategori pebisnis pemula untuk berkembang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved