Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Prof Abdul Mu'ti Ulas Sejarah Halal Bi Halal

Ribuan warga Muhammadiyah Sulsel menghadiri acara silaturahmi Idulfitri yang di gelar di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar.

Istimewa
Ribuan warga Muhammadiyah Sulsel menghadiri acara silaturahmi Idulfitri yang di gelar di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Sabtu (20/4/2024). 

Makna Syawalan

Abdul Mu'ti juga sempat menyinggung penggunaan istilah Syawalan, yang memiliki makna serupa dengan Halal Bihalal.

Acara semacam itu, ungkapnya, memiliki akar kuat bagi masyarakat muslim Indonesia.

Halal bi halal juga sebagai budaya agama yang berakar kuat sejak lama di Muhammadiyah, setidaknya tercatat sudah ada sejak 1924.

Mu’ti menjelaskan akar budaya Halal bi Halal sudah didokumentasikan dengan jelas di Suara Muhammadiyah (SM) tahun 1924 dengan istilah Alal bi Alal, dan pada 1926 ada iklan di SM yang sudah menyebutnya sebagai Halal bi Halal.

Bukti sejarah berupa publikasi di SM tersebut, kata Mu’ti adalah artefak otentik sejarah Halal bi Halal di Indonesia.

Menurutnya, jika masih ada yang menyebut budaya dan tradisi Halal bi Halal di Indonesia dimulai tahun 1948, pada era Presiden Soekarno, hal itu perlu ditinjau kembali.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Prof Ambo Asse juga menyinggung makna Syawalan sebagai silaturahmi yang dilakukan setelah melaksanakan puasa Syawal.

"Setelah puasa 6 hari, muncullah Syawalan," ungkap Ambo Asse.

Ia juga mengapresiasi kehadiran ribuan warga Muhammadiyah yang menghadiri Syawalan. "Saya menyampaikan terima kasih dan rasa gembira, pada hari ini. Alhamdulillah warga persyarikatan Muhammadiyah se Sulawesi Selatan hadir untuk bersilaturahim," ungkapnya.

Ia menyebut, bahwa kemajuan persyarikatan Muhammadiyah bergantung pada pimpinan dan warganya.

Ambo Asse menyebut contoh, keberhasilan Unismuh Makassar meraih akreditasi unggul tidak lepas dari kesungguhan segenap sivitas akademika.

Ambo Asse, yang juga diberi tugas tambahan sebagai Rektor Unismuh Makassar, juga banyak menunjukkan berbagai prestasi yang dicapai Unismuh pada era kepemimpinannya.

Sebelum kegiatan Syawalan, diawali dengan kegiatan pencangangan pembangunan Gedung laboratorium terpadu setinggi 12 lantai, dan Gedung Serbaguna di Kompleks Unismuh Health Center, yang rencana dibangun 3 lantai, dengan luas 60 x 40 meter.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved