Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bahtiar Baharuddin Daeng Mappuji, 'Pemimpin Terpuji, Dibanggakan, Dirindukan'

Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin dianugerahi gelar adat di kampung halamannya, Bone, Sulawesi Selatan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Edi Sumardi
dok_tribun_timur
GELAR DAENG - Pj Gubernur Sulsel Dr Bahtiar Baharuddin (52) saat dianugerahi gelar paddaengeng Daeng Mappuji dari dewan adat Saoraja Bone di Kompleks Rujab Bupati Bone, Jl Merdeka, Watampone, Jumat (19/4/2024). Gelar paddaengeng ini dianugerahkan di momen Hari jadi Bone ke-694. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin dianugerahi gelar adat di kampung halamannya, Bone, Sulawesi Selatan.

Gelar adat Bahtiar adalah Daeng Mappuji yang berarti sosok pemimpin dibanggaan, terpuji, dan dirindukan.

Gelar adat diberikan Dewan Adat Saoraja Bone.

Penganugerahan gelar adat berlangsung, Jumat (19/4/2024), di Rumah Jabatan Bupati Bone, di Watampone, Bone.

Prosesi berlangsung setelah ritual pra-Mattompang Arajang di Arajang, Rumah Jabatan Bupati Bone.

Gelar adat ini melambangkan sosok pemimpin penuh cinta dan kasih sayang terhadap masyarakat, berwiwaba, dan tegas dalam menjalankan amanah.

Bahtiar merasa bangga dan terhormat atas gelar diterimanya.

"Saya lahir dan besar di Bone. Kejadian hari ini mungkin sudah menjadi rencana Tuhan. Bagi saya, ini adalah penghargaan yang sangat berarti sebagai bagian dari keluarga besar Bone," ujar mantan Pjs Gubernur Kepulauan Riau ini.

Baca juga: Dapat Gelar Daeng Mappuji, Pj Gubernur Bahtiar: Ini Tanggung Jawab Bagi Saya

Dia menyampaikan terima kasih kepada Dewan Adat Saoraja Bone karena gelar "Daeng Mappuji" mengandung tanggung jawab baginya untuk bersikap, bertingkah, dan berbuat lebih baik lagi.

"Saya harus memancarkan karakter pemimpin sesuai dengan gelar yang telah diberikan," kata dia.

Doktor dan alumnus Pendidikan Sejarah dari UNM Dr Buana MPd, kepada Tribun, memberi penjelasan akademis.

Menurutnya, Daeng merupakan gelar kehormatan yang digunakanmasyarakat Sulawesi Selatan, terutama suku Bugis dan Makassar.

Gelar ini sejak zaman Pra-Islam maupun zaman Islam digunakan kepada seseorang memiliki status atau kedudukan yang tinggi dalam masyarakat, yaitu kalangan raja atau bangsawan.

Hal ini bisa kita perhatikan pada penggunaan nama raja di kerajaan Sulawesi Selatan, seperti di Kerajaan Gowa, Kerajaan Luwu dan Kerajaan Tiro di Bulukumba.

Nama raja di Kerajaan Gowa yang menggunakan nama atau gelar “Daeng” adalah Sultan Alauddin (raja Gowa ke-14).

Apa itu Daeng Mappuji? Gelar Kehormatan Pj Gubernur Bahtiar dari Dewan Adat Saoraja Bone

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved