21 Nyawa Melayang, Angka Kecelakaan Selama Arus Mudik-Balik Lebaran di Sulsel Menurun
Penurunan angka kecelakaan di Sulsel tidak hanya dari segi kuantitas, melainkan juga dari segi kualitas.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah, di Sulawesi Selatan, menurun.
Hal itu diungkapkan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulsel, Kombes Pol I Made Agus Prasetya seusai menutup pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2024.
Menurut I Made Agus, penurunan angka kecelakaan ini, tidak hanya dari segi kuantitas, melainkan juga dari segi kualitas.
"Pada operasi ketupat tahun ini dari segi kuantitas dapat kita turunkan dari 314 kasus menjadi 247 kasus, turun 67 kasus atau 21 persen," kata I Made Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/4/2024) pagi.
"Sedangkan dari segi kualitas dapat kita turunkan dari 41 korban meninggal dunia menjadi 21 korban, turun 20 jiwa atau 49 persen," sambungnya.
Data penurunan angka kecelakaan itu, dirangkum Agus selama 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat (arus mudik dan arus balik).
Keberhasilan menekan angka kecelakaan itu, kata dia, tidak terlepas dari peran serta masyarakat, dan dedikasi para petugas yang ada di lapangan.
"Tentunya kesuksesan Operasi Ketupat Pallawa 2024 ini karena Kolaborasi, kita mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada seluruh instansi terkait dan masyarakat," ucap Agus.
"Serta seluruh jajaran Polda Sulsel yang telah sungguh-sungguh menjalankan tugas dan tanggung jawab," sambungnya.
Catatan lain selama pelaksanaan operasi, khususnya terkait gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), kata Agus cukup terkendali.
Baca juga: Satlantas Polres Wajo Catat 5 Lakalantas Sepanjang Mudik Lebaran, 1 Orang Meninggal
"Selama 13 hari pelaksanaan operasi, situasi Kamseltibcar Lantas dalam keadaan terkendali, sasaran dan target yang ditetapkan dalam pelaksanaan operasi dapat kita kelola dan tangani dengan baik sehingga memberikan hasil yang positif," jelasnya.
Lancarnya lalu lintas itu lanjut Agus, terlihat pada beberapa titik yang menjadi prioritas.
Seperti poros Maros-Bone, Poros Gowa-Takalar dan ruas jalan di sekitar tempat wisata Malino Gowa dan Kawasan Pantai Tanjung Bira Bulukumba termasuk sampai dengan ke akses masuknya.
"Semua perjalanan pada ruas-ruas jalan ini dapat kita kelola berkat antisipasi yang baik mulai dari penempatan personel, pos, peralatan, cara bertindak dan lain-lain sehingga masyarakat dapat sampai ke tujuan dalam rangka, baik mudik maupun balik tanpa terhambat atau terjebak oleh kemacetan," tuturnya.(*)
| Dukung Penuh Program Pemerintah, Puang Makka: GP Ansor Pendorong dan Penyemangat Bagi Penguasa |
|
|---|
| Destinasi Baru di Gowa, Main Air Sulsel Tawarkan Sensasi Water Coaster Bertema Dinosaurus |
|
|---|
| Alasan Masjid Tua Tosora Wajo Jadi Pusat Harlah 92 Tahun GP Ansor Wilayah Sulsel |
|
|---|
| Andi Nirawati Sebut Keterwakilan Perempuan di DPRD Sulsel Belum Aman |
|
|---|
| La Ilaha Illalahu Menggema di Masjid Tua Tosora Wajo pada Peringatan Harlah 92 GP Ansor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dirlantas-Polda-Sulsel-Kombes-Pol-I-Made-Agus-Prasetya-seusai-menutup-Operasi-Ketupat.jpg)