Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

RTD S3 Sosiologi Unhas

Bahas Peran Kampus dalam Gerakan Civil Society, Umar Sholahuddin Soroti Cawe-cawe Politik Jokowi

RTD S3 Sosiologi Unhas kali ini memusatkan perhatian pada peran penting perguruan tinggi dalam membangun Gerakan Civil Society. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN TIMUR
Dr Umar Sholahuddin dalam diskusi Bahas Peran Kampus dalam Membangun Gerakan Civil Society. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akademisi bidang sosiologi menggelar diskusi, Senin (1/4/2024) jelang berbuka puasa.

Round Table Discussion atau RTD S3 Sosiologi Unhas kali ini membahas tema Peran Kampus dalam Membangun Gerakan Civil Society.

Diskusi yang dipandu Mahasiswa S3 Unhas, Hidayah Muhallim, itu menampilkan dua narasumber utama, Sekjen Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Dr Muh Iqbal Latief MSI serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fisip Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Dr Umar Sholahudin.

Diskusi itu memusatkan perhatian pada peran penting perguruan tinggi dalam membangun Gerakan Civil Society. 

Berlangsung di Kantor Redaksi Tribun-Timur, Jl Opu Daeng Risadju Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Diskusi ini menampilkan narasumber terkemuka di bidangnya.

Hadir juga Ketua Program Studi S2 Sosiologi Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Rahmat Muhammad dan belasan mahasiswa S3 Sosiologo Unhas.

Diskusi ini menyajikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana kampus dapat menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat sipil.

Dalam kesempatan itu, Dr Umar Sholahuddin blak-blakan sampaikan kondisi terkini politik Indonesia pasca Pemilu 2024.

Dia mengungkapkan pandangannya tentang kondisi politik Indonesia pasca Pemilu 2024. 

Dr Umar Sholahuddin secara blak-blakan menyoroti peran Presiden Joko Widodo dalam helatan pemilu yang baru saja berlangsung. 

Dia menyebut praktik politik Presiden Jokowi sebagai "cawe-cawe" yang dianggapnya merusak demokrasi. 

Menurutnya, upaya-upaya tersebut tidak hanya merugikan proses demokrasi, tetapi juga mengancam fondasi demokrasi yang telah dibangun selama ini.

Pernyataan ini juga telah dituangkan dalam bentuk opini di beberapa media massa dengan judul yang cukup mencolok, "Cawe-cawe Politik Jokowi Merusak Demokrasi". 

"Misalnya dengan cawe-cawe Jokowi, karena ini juga akan merusak tatanan politik demokrasi kita pada hari ini dan kita bisa lihat bagaimana kekuasaan itu tidak terkendali, bahkan sekalipun melawan hukum," kata Dr Umar Sholahuddin.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved